7 Perkara Ditanya Allah ke Manusia di Yaumul Hisab, Ini Rinciannya

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 330 2261182 7-perkara-ditanya-allah-ke-manusia-di-yaumul-hisab-ini-rinciannya-53n0AtW2CX.jpg Ilustrasi kiamat (Express)

YAUMUL Hisab atau hari perhitungan amal akan terjadi setelah kiamat tiba. Pada saat itu, manusia satu per satu akan dipanggil dan diperlihatkan segala amal perbuatan mereka selama di dunia. Ada banyak perkara yang akan ditanyakan oleh Allah secara keseluruhan saat hari perhitungan tiba.

Hisab memiliki dua pengertian menurut istilah akidah, pertama al - 'aradh (penampakan dosa dan pengakuan) dan munaqasyah (diperiksa secara sungguh - sungguh).

Baca juga:  Ada 3 Golongan Orang Mencari Ilmu, Kamu Termasuk yang Mana?

Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa hisab dapat dimaksudkan sebagai perhitungan antara amal kebajikan dan amal keburukan, dan di dalamnya terkandung pengertian munaqasyah dengan maksud pengertian pemaparan dan pemberitahuan amalan terhadap pelakunya. Dalam Al - Qur'an surat an - Nahl (16) ayat 93 yang artinya, "...Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan."

Berikut 7 perkara yang akan ditanyakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala saat Yaumul Hisab.

1. Tentang agama dan Alqur'an

Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah. Ketauhid-an akan dijadikan patokan dari segala amal perbuatan yang ada. Apabila ia tidak mengimani Allah dan Alqur'an, maka manusia tidak akan selamat untuk sampai ke surga. Hal ini terdapat dalam Alqur'an Surat Az-Zukhruf (43) ayat 43 - 44 yang artinya,

"Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus. Dan sungguh, Alqur'an itu benar - benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.

2. Tentang kekafiran dan kesyirikan

Manusia yang tidak mempercayai adanya Allah dan merupakan penyembah berhala, mereka akan mendapat azab yang pedih dikarena kekafiran dan kesyirikannya. Allah pasti akan menanyakan tentang kedua hal tersebut.

Hal ini terdapat dalam Alqur'an surat An-Nahl (16) ayat 56 yang artinya, "Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami Berikan kepada mereka, untuk berhala - berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada - adakan."

Baca juga:  Ini Dosa bagi Perempuan yang Mengumbar Aurat dan Berpakaian Ketat

Kemudian, Allah menghinakan mereka sebagaimana dalam Alqur'an surat An-Nahl (16) ayat 27 yang artinya,

"Kemudian Allah Menghinakan mereka pada hari kiamat, dan Berfirman, "Di manakah sekutu - sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi - nabi dan orang yang beriman)?" Orang-orang yang diberi ilmu berkata, "Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir."

3. Tentang kebohongan mereka

Manusia yang tidak mengimani Allah sebagai Tuhan Yang Agung, mereka menganggap bahwa para malaikat adalah perempuan. "Orang - orang musyrik jahiliyah mengatakan malaikat itu perempuan," ujar Ustadz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya yang dikutip pada Rabu (12/8/2020).

Allah juga menerangkan bahwa manusia yang menganggap malaikat sebagai anak perempuan-Nya, mereka telah berdosa besar. Hal ini terkandung dalam Alqur'an Surah Al-Isra (17) ayat 40 yang artinya,

"Maka apakah pantas Tuhan Memilihkan anak laki - laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar - benar mengucapkan kata yang besar (dosanya)."

4. Tentang kenikmatan di dunia

 

Pada hari itu, manusia akan ditanyakan untuk apa harta yang diberikan kepadanya. Apakah mereka menghambur - hamburkan, bermegah - megahan, atau untuk sesuatu hal yang bermanfaat.

Alqur'an surat At-Takatsur (102) ayat 8 menerangkan yang artinya, "kemudian kamu benar - benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)."

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Hal pertama yang akan ditanyakan pada hari kiamat adalah kenikmatan di dunia, dan seorang hamba akan ditanya, "Bukankah Kami telah menyehatkan badanmu dan melepaskan dahagamu dengan air yang dingin?" (HR. At - Tirmidzi)

5. Tentang janji-janji dan kesepakatan

 

Sesungguhnya, segala janji dan kesepakatan akan dimintai pertanggung jawaban. Alqur'an surat Al - Isra (17) ayat 34 menjawab yang artinya,

"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya."

6. Tentang penyesatan terhadap orang lain

Selama hidup, sebagai manusia yang bertakwa haruslah pandai dalam memilih pemimpin atau karibnya. Karena apabila pemimpin atau karibnya tersebut berbuat semena-mena dan pengikutnya tidak mengetahui, maka mereka telah menyesatkan pengikutnya.

Alqur'an Surat Al-Isra (17) ayat 36 menerangkan yang artinya, "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban."

Lalu dalam Alqur'an surat Al-'Ankaabut (29) ayat 13, Allah berfirman yang artinya, "Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan."

7. Ilmu pengetahuan, penglihatan dan hati

Segala sesuatu yang ada dalam tubuh makhluk bernyawa, pasti akan dimintai pertanggungjawaban, untuk apa mereka menggunakannya.

Alqur'an surat Al-Isra (17) ayat 36 menerangkan yang artinya, "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban."

Dalam buku Detik - Detik Menjelang Hisab karya Junaidi Ahmad, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa, "Qatadah berkata, "Jangan katakan "Aku melihat", padahal engkau tidak melihatnya; atau "Aku mendengar", padahal engkau tidak mendengarnya; atau "Aku mengerti", padahal engkau tidak mengerti. Sesungguhnya Allah akan menanyakan itu semua padamu."

Dalam tafsir Ibnu Katsir di atas, Allah melarang perkataan tanpa dasar ilmu pengetahuan, apalagi jika perkataan itu didasari oleh prasangka yang hanya khayalan atau imajinasi belaka.

Allah berfirman dalam Al - Qur'an surat Al - Hujurat (49) ayat 12 yang artinya, "Wahai orang - orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa.."

Manusia yang cerdas adalah manusia yang pandai mempersiapkan kematiannya. Sebelum nyawa sampai kerongkongan, kembalilah kepada Allah dengan sungguh - sungguh. Niscaya, akan selamat saat hari perhitungan tiba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini