Masjid 99 Kubah Belum Rampung, Tokoh Agama Sepakat Tunda Aktivitas Ibadah

Kamis 13 Agustus 2020 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 614 2261458 masjid-99-kubah-belum-rampung-tokoh-agama-sepakat-tunda-aktivitas-ibadah-GIKaFI3M6Z.jpg Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama tokoh-tokoh Islam di depan Masjid 99 Kubah Makassar. (Foto: Istimewa/Sindonews)

PEMBANGUNAN Masjid 99 Kubah di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, belum rampung sepenuhnya. Aktivitas ibadah di sana pun belum bisa dilakukan secara maksimal.

Terkait hal ini, sejumlah tokoh agama Islam dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sulawesi Selatan sepakat menunda sementara aktivitas ibadah di Masjid 99 Kubah. Rutinitas ibadah bakal digelar sampai proyek selesai 100 persen.

Baca juga: Syuting di Masjid Bersejarah, Artis Pakistan Dikecam Warganet 

"Kewajiban kita bagi masyarakat kita harus taat dan tunduk kepada apa yang diinginkan pemerintah kita. Pemerintah mengatakan masjid ini belum siap, masjid ini belum layak dipakai. Kita sabar. Setelah sabar, pasti kita bersyukur," kata Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel Amin Syam, dikutip dari Sindonews, Kamis (13/8/2020).

Ia mengatakan, pihaknya mendukung penuh program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada proyek masjid peninggalan gubernur sebelumnya ini. Ia pun mengajak masyarakat Sulsel menunda sementara waktu beribadah di Masjid 99 Kubah.

Ilustrasi masjid. (Foto: Freepik)

Amin melanjutkan, Pemprov Sulsel perlu waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab merampungkan struktur bangunan masjid. Pertimbangan risiko dan keselamatan jamaah jauh lebih penting.

"Kalau kita pertahankan material yang dipakai sekarang, saya tahu persis alkopan itu paling lama 5 tahun. Ini kita harus memahami itu. Yang kedua, kita harus tahu bahwa tanah ini tanah sedimen. Hati-hati kita," bebernya.

Menurut dia, pembangunan masjid ini merupakan wewenang Pemprov Sulsel. Namun, DMI Wilayah Sulsel akan ikut bertanggung jawab dalam pemanfaatannya ke depan jika telah rampung.

"Pak gubernur saya yakin berniat baik untuk kita semua," ujar Amin.

Baca juga: Masjid Al Yahya Karanganyar, Pilar Kayunya Awet sejak Masa Wali Songo 

Senada, Sekretaris MUI Wilayah Sulsel Profesor Muhammad Ghalib mengajak masyarakat menjaga solidaritas. Arahan pemerintah saat ini perlu diikuti demi kemaslahatan bersama.

"Karenanya kita mendukung Pemerintah Provinsi Sulawesi selatan untuk merampungkan dulu seluruh hal terkait masjid ini. Insya Allah nanti setelah selesai, sudah rampung, sudah siap dimanfaatkan, barulah kemudian kita bersama-sama dan memanfaatkan masjid ini," ungkapnya.

Ghalib menambahkan, Masjid 99 Kubah akan menjadi tempat pemersatu umat, bukan justru menjadi tempat berselisih antarkelompok. Makanya, jalan terbaik saat ini dengan bersabar menunggu konstruksinya rampung. Apalagi masih banyak tempat ibadah lain yang bisa dimanfaatkan lebih dulu.

"Saya kira belum siap tempat wudhunya, airnya, mimbarnya belum ada yang siap. Jadi, tentu kita berharap seluruh masyarakat Sulsel khususnya untuk bisa memahami ini dan memanfaatkan masjid dulu yang ada dan sebelum masjid ini siap digunakan," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel Profesor Abdul Rahim Yunus yang menyetujui langkah Pemprov Sulsel ini. Sebagai masyarakat yang hidup dalam aturan negara, harus ikut mendukung langkah pemerintah.

Dukungan serupa juga disampaikan Ketua DPW BPKRMI Sulsel Hasid Hasan Palogai beserta Ketua IMMIM Sulsel Profesor Ahmad Sewang. Keduanya juga secara tegas ikut mendukung langkah Pemprov Sulsel menunda pelaksanaan ibadah di Masjid 99 Kubah sampai seluruh konstruksi bangunannya dirampungkan.

Baca juga: Masjid Bersejarah Era Kekaisaran Ottoman di Yunani Dilempari Batu 

Ketua IMMIM Sulsel Profesor Ahmad Sewang mengatakan aspek bangunan dan keselamatan jamaah memang harus diperhatikan. Masjid ini belum jadi secara sempurna. Dikhawatirkan ada risiko yang membayakan keselamatan jamaah.

"Dapat dibayangkan kalau ada kecelakaan," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah. Audit fisik atas struktur bangunannya sementara dilakukan. Dirinya tidak ingin kualitas bangunan diabaikan.

"Saya sekali lagi ingin menyampaikan, bukan kita tidak ingin melanjutkan, tetapi ini membutuhkan kajian yang komprehensif, karena masjid ini adalah sebuah bangunan yang monumental. Sebuah bangunan yang menjadi kebanggaan umat Islam," tegas Nurdin.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 3 Masjid Bersejarah dan Ikonik di Lebanon 

Ia mengatakan masjid belum layak digunakan. Di samping belum rampung sepenuhnya, bagian struktur bangunan yang ada masih dalam pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara ada konstruksi atau material bangunan yang dinilai belum layak digunakan sebagai sebuah masjid dengan bangunan yang megah.

"Masjid bukan hanya gagahnya, cantiknya, tapi kualitas dari pada bangunan ini juga menjadi penting. Saya ingin sampaikan sekali lagi bahwa bangunan ini dari hasil audit fisik hampir mayoritas menggunakan bahan dari alkopan," papar dia.

Material yang dimaksud itu disebut tidak mempunyai ketahanan yang mumpuni. Hanya bertahan sampai 3 sampai 5 tahun. Sementara Masjid 99 Kubah ingin dimanfaatkan untuk jangka panjang.

Hal ini dikatakan masih dipertimbangkan. Di satu sisi, jika material itu ingin diganti, maka akan membutuhkan biaya rehabilitasi kembali yang tidak murah. Sementara sebagian besar struktur bangunan menggunakan material alkopan.

"Tetapi kalau kita tidak menggantinya, dalam waktu yang tidak terlalu lama juga mengalami masalah dalam pembangunan mesjid kita," papar Nurdin.

Baca juga: Masjid Al Madhoun, Saksi Sejarah Masuk Islam Budak Penolong Nabi Muhammad 

Oleh karena itu, Tim Pemprov Sulsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) masih mengkaji konstruksinya secara mendalam. Audit teknik dilakukan untuk mengevuasi struktur bangunan, sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih perlu dilanjutkan.

"Jadi saya minta sekali lagi bahwa masjid ini masih proses pembangunan. Jadi belum layak untuk kita gunakan. Kami semua berharap masjid ini bisa digunakan secara cepat, tetapi ini menggunakan anggaran pemerintah," sebut Nurdin.

Baca juga: Unik, Masjid Bersejarah Ini Dibangun Tanpa Paku dan Semen 

Mantan bupati Bantaeng ini pun tengah berkoordinasi dengan DPRD Sulsel untuk berhitung perkiraan alokasi anggaran yang disiapkan untuk kelanjutan pembangunannya. Dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Pasalnya, kelanjutannya membutuhkan biaya yang besar.

Kendati begitu, Nurdin berupaya alokasi anggaran yang akan dikucurkan ke depan untuk sekali rampung. Tidak lagi secara bertahap tiap tahun. "Saya mau sekali siapin anggaran langsung tuntas," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini