Bolehkah Rayakan HUT RI dengan Dangdutan? Begini Kata Ustadz Abdul Somad

Jum'at 14 Agustus 2020 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 330 2262037 bolehkah-rayakan-hut-ri-dengan-dangdutan-begini-kata-ustadz-abdul-somad-gBjt4LgmfU.JPG Ustadz Abdul Somad (Foto: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

PERAYAAN HUT kemerdekaan RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus kerap diisi dengan acara tasyakuran bahkan hiburan berupa acara dangdutan. Hal ini lumrah dilakukan mengingat dangdut merupakan musik yang amat digemari umumnya masyarakat Indonesia.

Terkait hiburan dangdutan ini, dai kondang Ustaz Abdul Somad alias UAS dalam sebuah video tausyiah berjudul 'Syukuran 17 Agustus dengan Dangdutan' yang diunggah oleh channel YouTube Tanya Ustadz Somad, memberi jawaban atas pertanyaan apa yang seharusnya dilakukan ketika menemukan perayaan 17 Agustus diisi kegiatan tasyakuran di malam hari sedangkan paginya diisi kegiatan dangdutan?

“Ini kami hidup di zaman modern, penuh huru-hara. Biasanya di daerah kami ketika para pemimpin kami RT/RW 17 Agustus tasyakuran malamnya esoknya dangdutan dengan banyak demikian. Bagaimana sikap kami pak ustadz?” kata Ustad Abdul Somad saat membacakan pertanyaan sang penanya.

Baca juga: Bagaimana Sih Hukumnya Perempuan Memotong Rambut seperti Laki-Laki?

Pendakwah asal Riau itu menjawabnya dengan membuat analogi. Bilamana kebanyakan masyarakatnya suka dalam kegiatan baik seperti mengaji pasti hal semacam dangdutan tidak akan terjadi begitupun sebaliknya.

“Kira-kira kalau sudah sebanyak ini orang pengajian di daerah itu. Masih ada tak keong racun kucing garong? Tidak akan ada. Ini kita banyak-banyakan aja. Kalau banyak yang ngaji pasti akan dibuatkan acara pengajian Tabligh Akbar,” kata UAS, dikutip dari laman Solopos.

Ia mengimbau umat Islam turut menyeru melaksanakan kebajikan. Sehingga bisa terbentuk suatu kumpulan/komunitas yang baik di masyarakat. Maka lama-kelamaan keburukan yang ada akan tergeser oleh kebaikan yang meluap layaknya air bah.

“Ini kan banyak-banyakan. Maka perbanyaklah air bah ini. Banyakkan air ini, kalau sudah air ini banyak melimpah. Maka sampah-sampah itu akan tercampak dengan sendirinya,” pungkas dia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini