Azab bagi Orang yang Gemar Berghibah Menurut Hadits Nabi

Alya Amellia Amini, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 330 2262069 azab-bagi-orang-yang-gemar-berghibah-menurut-hadits-nabi-ch83K9ildr.JPG Ustadz Das'ad Latif (Foto: Instagram/@dasadlatif1212)

DI ZAMAN sekarang, bergosip atau yang sering dikatakan ghibah seolah dianggap hal yang lumrah dilakukan, hampir semua kalangan di setiap saat. Parahnya, kaum wanita atau ibu-ibu sudah dilabeli sebagai makhluk yang paling dekat dengan aktivitas ini.

Gosip atau ghibah termasuk perbuatan yang dilarang Allah karena tidak ada nilai manfaat dan akan menimbulkan fitnah, karena biasanya bergosip itu membicarakan kesalahan orang lain yang belum tentu benar akan kebenarannya. Bahkan sekaligus ditambahkannya persepsi dari si penggosip dengan sikap hati yang salah.

Dalam Alquran mencari-cari kesalahan orang lain disebut dengan istilah tajassasu (tajassus). Membuka aib saudara muslim dan tajassus ini merupakan penyakit hati yang menyertai hasad dan iri dengki. Jika penyakit ini semakin dibiarkan akan timbul berburuk sangka dan tergolong sifat yang amat dibenci Allah dan Rasulnya.

Baca juga: Bolehkah Rayakan HUT RI dengan Dangdutan? Begini Kata Ustadz Abdul Somad

“Orang seperti ini, habis amalnya," ucap dai kondang Ustadz Das'ad Latif dalam sebuah ceramahnya, dikutip dari channel YouTube, Das’ad Latif, Jumat (14/8/2020).

Disebutkan bahwa dari Abu Bakrah ia berkata; “Aku berjalan bersama Rasulullah saw. hingga melewati dua kuburn, lalu ia bersabda: “Siapakah yang dapat mengambilkan untukku pelepah kurma?” Aku pun dapat mendahului laki-laki lain dengan membawa pelepah tersebut, lalu kami memberikannya kepada beliau, beliau membelahnya menjadi dua, dan meletakkannya masing-masing kuburan tersebut satu-satu, sambil bersabda: ‘(semoga) ia diringankan (siksanya) selagi pelepah tersebut masih basah.” Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Sesungguhnya keduanya sedang disiksa lantaran ghibah dan (tidak bersuci dari) kencing,” (HR. Ahmad).

Pada hadits lainnya, dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya ia berkata; "Ketika kami sedang bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba tercium bau busuk. Maka Rasulullah bersabda; "Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (membicarakan kejelekan) kaum mukminin,".

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. pernah bertanya: “Tahukah kamu, apakah ghibah itu?” Para sahabat menjawab; ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Kemudian Rasulullah saw bersabda: ‘Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.’ Seseorang bertanya; ‘Ya Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan? ‘ Rasulullah saw bersabda: ‘Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu ada padanya, maka berarti kamu telah menggunjingnya. Dan apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat-buat kebohongan (memfitnah) terhadapnya,” (HR. Muslim).

"Menjadi seorang istri yang baik dan taat pada agama, ketika ada tetangga datang menghampiri dan ia membawa gosip maka kita cukup katakan Innalillahi wa innailaihi roji'un, Na'udzubillahi min dzalik. Serta berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala memohon kepadaNya untuk diberi perlindungan dari keburukan," pungkas dai asal Makassar ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini