Jauhi Gibah, Perbuatan Buruk Layaknya Makan Daging Saudara Sendiri

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 330 2262821 jauhi-gibah-perbuatan-buruk-layaknya-makan-daging-saudara-sendiri-jLJu1O6OYg.jpg Ilustrasi menjauhi gibah. (Foto: Unsplash)

BAGIAN tubuh manusia yang harus dijaga adalah mulut atau bisa disebut lisan. Lisan merupakan cerminan hidup manusia, maka itu sangat penting untuk menjaganya. Lisan manusia dapat merusak kepercayaan diri seseorang.

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari interaksi percakapan terhadap sesama manusia. Akan tetapi yang dimaksud dengan menjaga lisan di sini adalah tidak menggunjing atau gibah serta tidak mengadu domba terhadap saudara sesama Muslim.

Baca juga: Ditanya soal Dipoligami, Shireen Sungkar: Aku Mau Jadi Khadijah 

Allah Subhanahu wa ta’ala melarang perbuatan tersebut. Sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Alquran Surah Al Hujurat Ayat 12:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Dengan menggibah kejelekan orang lain dan menuduh tanpa ada bukti sama saja memakan daging saudaranya yang sudah mati, nauzubillahiminzalik. Selain itu akan selalu ada malaikat yang mencatat perbuatan baik maupun buruk. Sesuai firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Qaaf Ayat 18:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

"Jadikan lisanmu lisan yang baik. Lisan yang baik bagaimana? Satu, biasakan mendoakan saudara kita karena itu bumbu cinta mendoakan orang lain, itu yang diajarkan Nabi doakan orang lain dengan doa kebaikan," tutur Buya Yahya, dikutip dari akun Youtube-nya, Sabtu (15/8/2020).

Baca juga: Inspirasi Hijrah Five Vi: Dunia Hampa, Banyak Fitnah 

Allah Subhanahu wa ta’ala sangat tidak suka dengan perkataan yang buruk, perkataan yang menyakiti hati orang lain. Allah Ta'ala berfirman:

۞ لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS An-Nisa: 148)

Wallahu a'lam bishawab.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini