Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini yang Islam Ajarkan Supaya Tidak Berlarut-larut dalam Kesedihan

Mustafidhotul Ummah , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2020 |13:20 WIB
Ini yang Islam Ajarkan Supaya Tidak Berlarut-larut dalam Kesedihan
Ustadz Hanan Attaki menyatakan tidak boleh larut dalam kesedihan. (Foto: Youtube Hanan Attaki)
A
A
A

DALAM hidup tidak selamanya berjalan mulus, sedih dan senang datang bergiliran. Terkadang senang datang tanpa disadari, begitupun dengan kesedihan bisa datang esok atau lusa. Sebagai manusia hanya bisa menerima itu semua. Sabar, tawakal, dan ikhlas merupakan kunci dalam kehidupan.

Berbicara soal sedih, manusia memang seringkali merasakan kesedihan yang membuat hati kecewa dan itu sifat manusiawi. Sedih merupakan bentuk dari emosional yang melambangkan kekesalan hati terhadap apa yang ia raih tidak tercapai.

Baca juga: Jangan Pernah Lelah Bertobat Meski Maksiat Terus Berulang 

Ustadz Hanan Attaki menjelaskan, seperti dikutip dari akun Youtube-nya, Selasa (18/8/2020), bahwa sedih adalah hal yang wajar, namun jika berlarut-larut dalam kesedihan itu juga tidak baik yang menyebabkan mental terganggu. Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS Ali Imran: 139)

Ilustrasi sedih. (Foto: Unsplash)

Sedih bukanlah salah satu perilaku yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, karena itu salah satu anugerah-Nya. Beda halnya dengan meratapi sampai berandai-andai dan menyesalkan masa lalu yang sudah terjadi, itu tidak baik dan tak ada manfaatnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Apabila Engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, 'Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu.' Akan tetapi katakanlah, 'Qaddarallahu wa maa syaa'a fa'ala, Allah telah menakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya.' Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan setan." (HR Muslim nomor 2664)

Baca juga: Tamak Ternyata Ada yang Diperbolehkan Lho, Ini Penjelasannya 

Orang yang sedang bersedih biasanya diungkapkan dengan cara menangis, cara tersebutlah yang membuat lega akan semua penyesalan. Jangan sampai kesedihan menjadi penghalang untuk menggapai ridha Allah Subhanahu wa ta'ala.

Orang yang beriman dapat menyikapi kesedihan dan berusaha untuk mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala. Dengan mengingat Allah Ta'ala, insya Allah semua permasalahan dapat diatasi. Apalagi jika ditambah zikir dan sholawat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement