Siti Sarah, Wanita Cantik dan Salehah yang Selamat dari Cengkeraman Fir'aun

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 614 2263786 siti-sarah-wanita-cantik-dan-salehah-yang-selamat-dari-cengkeraman-fir-aun-EEfqRbmc91.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SITI Sarah merupakan istri pertama Nabi Ibrahim alaihissalam, yang dikenal dengan kecantikannya. Ia juga sebagai contoh muslimah yang baik, karena kesalehannya yakni selamat dari godaan nafsu Fir'aun.

Sarah merupakan wanita terbaik di zamannya. Istri Nabi Ibrahim ini bukan hanya cantik nan memesona, ia juga memiliki kecerdasan dan sangat patuh terhadap sang Abul Anbiya (gelar untuk Nabi Ibrahim).

Ibnu Asakir Rahimahullah meriwayatkan hadits dengan sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu yang berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda : "Yusuf dan ibunya (Sarah) diberi separuh keindahan (ketampanan dan kecantikan),".

Ibnu Asakir juga meriwayatkan hadits dengan sanadnya dari Rabi'ah Al-Jurasyi, Rasulullah bersabda: "Keindahan (ketampanan dan kecantikan) dibagi menjadi dua, satu bagian untuk Sarah dan Yusuf, satu bagian lagi untuk seluruh manusia,".

Dalam riwayat hadits lainnya juga diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda: "Allah Azza wa Jalla membagi keindahan (ketampanan dan kecantikan) ke dalam sepuluh bagian, tiga bagian untuk Hawa, tiga bagian untuk Sarah, tiga bagian untuk Yusuf dan satu bagian untuk seluruh manusia,".

Siti Sarah sangat setia dan patuh kepada suaminya, Nabi Ibrahim. Kemanapun imamnya itu pergi, ia selalu menemaninya termasuk dalam berdakwah.

Menukil dari laman Kalam Sindonews, pernah suatu hari Siti Sarah ikut berdakwah, dan di sinilah ia ditimpa cobaan yang luar biasa. Suatu ketika, karena dakwahnya tak diterima di negeri Babilonia, Nabi Ibrahim alaihissalam dan Sarah pindah menuju Syam. Saat itu Syam dilanda paceklik. Mereka pindah lagi menuju Mesir. Di tempat ini, kesetiaan Sarah diuji.

Baca juga: Kisah Doa Sarah Istri Nabi Ibrahim Membuat Stroke Raja Zalim

Suatu hari ada seorang pejabat istana mendatangi Ibrahim dan Siti Sarah, di mana mereka berdua adalah pendatang baru di Mesir. Kemudian melihat paras Sarah yang sangat cantik, ia pun langsung melaporkannya kepada Fir'aun yang merupakan raja paling berkuasa di negeri tersebut.

"Telah datang di negeri baginda seorang pria asing. Ia datang bersama wanita yang sangat menarik. Kecantikannya tak ada yang menandingi. Wanita seperti itu layak menjadi pendamping baginda," ujar dia.

Mendengar kabar tersebut, Fir'aun langsung mengutus seseorang untuk mengundang Nabi Ibrahim ke istananya. Fir'aun terkenal seagai raja yang sangat zalim. Ia sangat menginginkan Sarah dan rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Jika mendapati perempuan itu telah bersuami, ia tak akan segan membunuh Ibrahim untuk merebut Sarah.

Dalam pertemuan itu, Fir'aun bertanya pada Ibrahim. "Siapa wanita itu? Ibrahim pun menjawab: "Ia adalah saudariku."

Kemudian mendengar jawaban Nabi Ibrahim, Fir'aun pun melepaskannya dan meminta Sarah didandani dan dibawa ke istana. Nabi Ibrahim pun segera pulang dan menemui istrinya. Lalu ia menjelaskan, bahwa Fir'aun adalah penguasa yang zalim, juga meminta jangan membocorkan kebohongannya itu.

"Sesungguhnya penguasa zalim, Fir'aun, telah bertanya kepadaku tentang dirimu. Lalu aku memberi tahu kepadanya bahwa kamu adalah saudara perempuanku. Jangan memberi tahu kebohonganku kepadanya karena sesungguhnya di dalam kitab Allah, kamu adalah saudara perempuanku (dalam Islam)," kata Ibrahim.

Sarah pun merasa takut karena akan berhadapan dengan raja yang zalim. Ia pun berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar melindunginya, sebab Fir'aun mencoba untuk menyentuhnya karena melihat kecantikannya.

Ketika akan menyentuh Siti Sarah, tangan Fir'aun seketika lumpuh. Tak mampu untuk bergerak, apalagi untuk memegang istri Nabi Ibrahim itu. Lalu ia berkata kepada Sarah.

"Aku berjanji tak akan mengganggumu. Mohonlah kepada Tuhanmu agar melepaskan tanganku. Sungguh, aku tidak akan menyakitimu,".

Sarah kembali berdoa, "Ya Allah, jika benar yang ia katakan, lepaskanlah tangannya."

Allah Ta'ala mengabulkan doanya. Tangan sang raja pun terlepas dan ia sembuh dari kekakuan tubuhnya. Namun, ia mengingkari janjinya. Ia kembali mendekati Sarah setelah tangannya dapat kembali bergerak. Kejadian yang sama pun terulang hingga tiga kali.

Hingga akhirnya Fir'aun menyerah, dan menganggap bahwa Sarah adalah jelmaan setan. Kemudian memerintahkan kepada para utusannya untuk memulangkan Siti Sarah ke rumahnya.

Lalu Fir'aun pun memberikan seorang budak, yaitu bernama Siti Hajar. Di mana Siti Hajar akhirnya diminta oleh Sarah untuk menjadi istri kedua Nabi Ibrahim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini