Kisah Nabi Muhammad Terlambat Sholat Subuh, Sahabat Bertasbih "Subhanallah"

Ade Naura, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 614 2264027 kisah-nabi-muhammad-terlambat-sholat-subuh-sahabat-bertasbih-subhanallah-0dYH6UobT3.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Freepik)

SALAH satu kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang jarang diketahui adalah ketika beliau telat datang sholat berjamaah di Madinah. Ketika itu pasukan Muslimin akan melakukan Sholat Subuh berjamaah. Mereka menunggu Rasulullah untuk seperti biasa menjadi imam Sholat Subuh.

Namun Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam telat datang, padahal hari sudah hampir terang dan belum ada tanda-tanda kedatangan. Para sahabat pun terlihat kebingungan harus bagaimana, karena Rasulullah belum juga datang.

Baca juga: Takwa dan Bakti pada Orangtua, Kunci Sukses Erdogan Memimpin Turki 

Apakah mereka harus lanjut sholat atau tetap menunggu Nabi? Akhirnya mereka menyimpulkan untuk tetap melanjutkan sholat dan mendorong Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu anhu untuk menjadi imam.

Ketika sholat sudah memasuki rakaat kedua, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam datang dari hajatnya dan masbuk satu rakaat. Ketika Abdurrahman melakukan salam, semua sahabat yang duduk di samping Nabi bertasbih "Subhanallah". Semuanya menengok ke belakang dan ternyata ada Rasulullah duduk di saf belakang dan masih melengkapkan rakaat sholat yang tertinggal.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam selesai sholat, beliau bersabda, "Sangat baik dan benar yang kalian lakukan."

Ini merupakan pelajaran untuk semua Muslim yang melaksanakan sholat yaitu untuk masuknya waktu sholat adalah hak dari muazin. Yang memutuskan dia untuk azan atau selesai azan. Namun untuk iqamah adalah haknya imam. Jadi kalau ada imam tetap, jangan iqamah sampai ia datang. Itu merupakan hukum syarinya.

"Jadi jangan buru-buru, tunggu imamnya. Kecuali imamnya sudah kasih keputusan, kalau 10 menit dia enggak datang, silakan gantikan. Nah, itu boleh. Atau tidak adanya imam tetap, baru boleh. Kalau enggak, enggak boleh. Ini sahabat menunggu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sampai sudah mau keluar waktu sholat baru mereka ambil keputusan. Tapi kalau sudah lewat waktunya, boleh untuk seorang Muslim untuk sholat," ungkap Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari akun Youtube Hidayah Indonesia, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Laki-Laki Dayyuts Tidak Akan Mencium Wanginya Surga 

Terdapat sebuah hadis yang berbunyi, "Tidak akan terjadi kiamat sampai salah seorang dari kalian mengimami Nabi kalian dan ini sudah terjadi berarti sudah sangat dekat dengan kematian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam."

Ketika hijrah ke Madinah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah mengatakan tidak akan terjadinya kiamat sampai seorang dari kalian mengimami Nabi kalian. Itulah kejadian pertama kali selama hidup sahabat yang mengimami Nabi.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Apakah Meminum Alkohol Hukumnya Najis? Ini Jawaban MUI 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini