Buya Yahya: Sikap Menghargai Berpahala karena Membuat Senang Orang Lain

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 330 2264378 buya-yahya-sikap-menghargai-berpahala-karena-membuat-senang-orang-lain-fqHYfH5X5i.jpg Buya Yahya. (Foto: Youtube Al Bahjah TV)

DALAM kehidupan sehari-hari manusia pastinya ingin dihargai. Muslim yang mempunyai akhlak baik tentunya harus menerapkan sikap mulia yaitu menghargai dan menghormati orang lain. Dengan menerapkan hal tersebut merupakan salah satu upaya menghargai dan menghormati diri sendiri.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu." (HR Ahmad)

Baca juga: Kota Petra, Saksi Hancurnya Kaum Tsamud yang Menolak Dakwah Nabi Saleh 

Hadis tersebut mengingatkan pentingnya menghormati orang lain, muda ataupun tua, karena semua orang wajib dihormati. Contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu menghargai ketika orang sedang sholat. Dari situ sudah mencerminkan diri sendiri bahwasannya sikap yang buruk tergantung dari apa yang dibuat. Maka itu, terapkan akhlak mulia ini.

Ilustrasi Muslimin. (Foto: Freepik)

Hal tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam kitab suci Alquran Surah Al Hujurat Ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

"Dengan menghargai orang lain, kita dapat pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Kenapa? Karena secara tidak langsung kita membuat perasaan orang lain menjadi senang atau bahagia seperti menghargai karyanya," ujar Buya Yahya, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Sejarah Muharram: Termasuk Bulan Suci hingga Larangan Berperang 

Ia mengatakan, hormat serta menghormati orang lain menjadi kewajiban untuk terciptanya perdamaian. Jangan sampai termasuk orang yang takabur atau sombong, karena sifat itulah yang dibenci Allah Subhanahu wa ta'ala, naudzubillah min zalik.

Baca juga: Keistimewaan Muharram, Bulannya Allah dan Pembuka Tahun Hijriah 

"Mungkin ada tetangga kita yang mabok atau berjudi, jangan pandang mereka dengan pandangan yang merendahkan, tapi pandanglah dengan pandangan kasih sayang dan cinta," tutur Buya Yahya.

Sikap sebagai seorang Muslim harus ditegaskan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian merendah hingga tidak ada seorang pun meremehkan orang lain dan bersikap sombong kepada orang lain." (HR Muslim)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Jelang 1 Muharram 1442H, Yuk Simak Dalil-Dalil Keutamaannya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini