Al Azhar Tolak Fatwa Warga UEA Dilarangan Beribadah di Masjid Al Aqsa

Ade Naura, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 614 2264302 al-azhar-tolak-fatwa-warga-uea-dilarangan-beribadah-di-masjid-al-aqsa-irkmtGtor6.jpg Wakil Syekh Al Azhar Mesir Dr Abbas Shuman. (Foto: WAM.ae)

DOKTOR Abbas Shuman, cendekiawan sekaligus wakil syekh Al Azhar Mesir, menolak fatwa Mufti Al Quds. Mufti tersebut berfatwa melarang warga Uni Emirat Arab beribadah di Masjid Al Aqsa. Hal ini dampak kesepakatan antara UEA dengan Israel.

"Sebagai spesialis Fiqih Islam (yurisprudensi Islam) saya tidak dapat menemukan pembenaran agama untuk menyatakan bahwa beribadah itu haram (dilarang) untuk setiap Muslim di masjid mana pun di seluruh dunia berdasarkan sikap politik yang diambil oleh pimpinan rakyat. Saya menolak fatwa agama yang tidak didasarkan pada peraturan syariat," ujar Dr Abbas Shuman, anggota Komite sarjana senior Al Azhar, dikutip dari WAM, Rabu (19/8/2020).

Baca juga: Masjid Al Aqsa Kembali Dibuka, Muslimin Bebas Datang dan Sholat 

"Saya di sini tidak untuk membela keputusan UEA, atau mengganggu sikap politik yang semata-mata ditentukan oleh para pemimpinnya. Saya hanya menolak bahwa fatwa ini karena tidak memiliki sanksi hukum dan tidak dapat ditegakkan. Turki telah menjaga hubungan normal dengan Israel sejak 1949 dan merupakan bangsa Islam pertama yang mengakui Israel. Turki dan Israel bahkan melakukan kerja sama ekonomi dan pertahanan yang jauh melebihi normalisasi hubungan. Lalu tetap saja kita belum mendengar dan tidak ingin mendengar fatwa Palestina melarang Turki berdoa di Al Aqsa. Tidak ada kita dengar fatwa Palestina melarang Qataris dari berdoa di Al Aqsa dan juga kita tidak ingin mendengar meskipun Qatar menikmati hubungan komersial dengan Israel," jelas Shuman.

Masjid Al Aqsa. (Foto: Unsplash)

Baca juga: Masjid Al-Aqsa Jadi Kiblat Pertama Umat Islam Sebelum Kakbah 

Selain itu, kata dia, fatwa ini juga bertentangan dengan panggilan para pemimpin Palestina untuk mengeluarkan fatwa agama, mendesak umat Islam di seluruh dunia mengunjungi Masjid Al Aqsa dan beribadah di sana.

"Sepengetahuan saya tentang sejarah Islam, tidak ada fatwa apa pun dari pendahulu yang salih dan keturunannya yang melarang Muslim berdoa di masjid mana pun di seluruh dunia," pungkasnya.

Sebelumnya situs suci Masjid Al Aqsa di Yerusalem telah dibuka lagi untuk jamaah dan para wisatawan. Ketegangan yang terjadi di sana pun diyakini akan berkurang.

Pihak Israel menyetujui Raja Yordania Abdullah II terus menjadi penjaga Masjid Al Aqsa. Kaum Muslimin bebas datang dan sholat di Masjid Al Aqsa dengan damai.

Pembukaan ini sebagai bagian dari hasil kesepakatan Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel. Kemudian memberi tahu orang-orang di seluruh dunia sekaligus mempersilakan melihat bahwa Masjid Al Aqsa tidak diserang.

Baca juga: Al Aqsa Ditutup, Begini Potret Sterilisasi Masjid-Masjid di Palestina 

Masjid Al Aqsa. (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini