Masjid Al-Aqsa Jadi Kiblat Pertama Umat Islam Sebelum Ka'bah

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 614 2220525 masjid-al-aqsa-jadi-kiblat-pertama-umat-islam-sebelum-ka-bah-bqzCoqP9f8.JPG Masjidi Al Aqsa di Palestina (Foto: Bilgiustam)

MASJID Al-Aqsa di Palestina merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum Ka'bah, di Makkah, Arab Saudi. Dulu, Baitul Maqdis menjadi pusat atau kiblat tiap muslim setiap kali melaksanakan sholat.

Awalnya Masjid Al-Aqsa menjadi kiblat umat muslim pada generasi pertama, ini berlaku hingga 17 bulan setelah hijrah. Hingga akhirnya kini dialihkan ke Ka'bah di Komplek Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarromah.

Al Aqsa juga merupakan masjid kedua yang dibangun di dunia. Sebagaimana dalam salah satu riwayat hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku bertanya, Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun?" Beliau menjawab "Masjidil Haram". Aku bertanya lagi "Kemudian (Masjid) mana ?" Beliau menjawab, "Kemudian Masjidil Aqsa". Aku bertanya lagi "Berapa jarak (pembangunan) antar keduanya ?" Beliau menjawab "Empat puluh tahun". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Roshdul Qiblat, PBNU Serukan Umat Islam Besok Cek Arah Kiblat

Selain itu, Masjid Al-Aqsa juga memiliki kaitan erat dengan para Nabi, serta tokoh Bani Israil yang juga disucikan dan dihormati dalam ketiga agama lainnya.

"Masjidil Aqsa juga merupakan salah satu tempat Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra dan Mi'raj. Dalam as-Sirah, ketika menjelaskan peristiwa Isra Mi'raj, Ibnu Ishaq mengatakan, 'Rasulullah SAW lalu diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yaitu Baitul Maqdis di Ilya'," ujar Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta, Prof KH Muchlis M Hanafi kepada Okezone beberapa waktu lalu di Jakarta.

Al Aqsa

Kemudian pada akhirnya, Allah SWT memindahkan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram yaitu ke arah Ka'bah di Makkah. Sampai saat ini Ka'bah menjadi tujuan utama ibadah haji dan umrah, serta arah sholat umat Islam di seluruh dunia.

Alquran secara eksplisit menyebutkan, Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail berperan penting dalam mengangkat atau meninggikan pondasi-pondasi Ka'bah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 127:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(Wa idż yarfa'u ibrāhīmul-qawā'ida minal-baiti wa ismā'īl, rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī'ul-'alīm).

Baca juga: Cek Arah Kiblat, 27 dan 28 Mei Matahari Tepat di Atas Ka'bah

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): 'Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," (QS. Al-Baqarah: 127).

"Tempat ia berpijak dan berdiri dalam membangun kembali Ka'bah itulah dinamakan maqam Ibrahim," terang Kiai Muchlis.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya