Bubur Asyura, Hidangan Lezat Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 614 2264991 bubur-asyura-hidangan-lezat-menyambut-tahun-baru-islam-1-muharram-wUQf3w9uVt.jpg Pembagian bubur asyura. (Foto: iNews)

TAHUN baru Islam yang bertepatan dengan 1 Muharram identik dengan beberapa kegiatan keagamaan, salah satunya adalah puasa sunah Asyura. Di dalamnya memiliki berbagai macam keistimewaan.

Menariknya, biasanya masyarakat Indonesia menyambut hari Asyura dengan menyediakan hidangan lezat, yaitu bubur asyura. Sesuai dengan namanya, kudapan ini sering disajikan sebagai hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa sunah tersebut.

Baca juga: Asal Usul Bubur Asyura dan Kisah di Baliknya 

Adapun asal-usul bubur asyura adalah sebagai berikut:

1. Berawal dari Perang Badar

Pertama, bubur ini berawal dari perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam saat berjuang dalam Perang Badar. Ketika itu disebutkan bahwa seorang sahabat Nabi sedang mengolah hidangan untuk para prajurit kaum Muslimin.

Ilustrasi bulan baru. (Foto: Freepik)

Hidangan tersebut ternyata olahan bubur. Namun, ia tidak menyangka bahwa jumlah prajurit pada saat itu sangat banyak, sementara porsi yang sedang dimasak sedikit.

Kemudian Nabi Muhammad memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk mengumpulkan semua bahan makanan yang mereka temukan, lalu dicampurkan ke dalam olahan bubur yang sedang dimasak.

Tujuannya adalah untuk menambah jumlah porsi makanan, sehingga cukup untuk memberi makan seluruh prajurit. Meski belum diketahui kebenarannya, kisah ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan telah dijadikan tradisi khusus untuk menyambut Muharram.

Baca juga: Resep Bubur Asyura untuk Rayakan Momen 10 Muharram 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Bubur asyura sudah ada sejak zaman Nabi Nuh

Ada juga kisah yang menyebutkan bahwa bubur asyura sudah ada sejak masa Nabi Nuh Alaihissalam. Saat itu Nabi Nuh turun dari kapalnya setelah diterpa banjir bandang yang hebat dan terombang-ambing di air selama berbulan-bulan. Ketika menyentuh daratan, ia memerintahkan umatnya untuk mengumpulkan bahan makanan yang tersisa dari dalam kapal.

Bahan makanan tersebut kemudian dicampurkan menjadi satu dan diaduk-aduk hingga menyerupai olahan bubur. Kemudian bubur inilah yang disajikan untuk umat yang selamat dari banjir bandang agar bisa bertahan hidup.

Baca juga: Ini Hadis-Hadis Terkait Muharram, Bulan yang Sangat Disucikan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya