Asal Usul Bubur Asyura dan Kisah di Baliknya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 00:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 10 614 2102727 asal-usul-bubur-asyura-dan-kisah-di-baliknya-ZrWXYyz0ZL.JPG Bubur Asyura (Foto: Inews)

Perayaan 10 Muharram selalu identik dengan beberapa aktivitas keagaaman, salah satunya Puasa Asyura. Puasa sunah ini memiliki berbagai keistimewaan. Bagi umat Muslim yang melaksanakannya, dosa-dosa mereka setahun yang lalu akan dihapuskan.

Nah, bila bicara soal Puasa Asyura, ada satu lagi hal menarik yang berkaitan erat dengan momen spesial tersebut yakni, Bubur Asyura. Sesuai dengan namanya, kudapan ini sering disajikan sebagai hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa Asyura.

Jadi penasaran kan, dari mana sih sebetulnya asal usul Bubur Asyura? Berikut Okezone rangkum sejarah dan asal usulnya, seperti dilansir dari berbagai sumber, Selasa (10/9/2019).

1. Berawal dari perang Badar

Banyak cerita yang beredar di media massa tentang asal usul Bubur Asyura. Konon, bubur ini berawal dari perjuangan Nabi Muhammad SAW saat berjuang dalam perang Badar. Kala itu, disebutkan bahwa seorang sahabat Nabi sedang mengolah hidangan untuk para prajurit Islam.

Hidangan tersebut ternyata olahan bubur. Namun, ia tidak menyangka bahwa jumlah prajurit pada saat itu sangat banyak, sementara porsi yang sedang dimasak sedikit. Nabi Muhammad SAW kemudian memerintah salah seorang sahabat untuk mengumpulkan semua bahan makanan yang mereka temukan, lalu dicampurkan ke dalam olahan bubur yang sedang dimasak.

Tujuannya adalah untuk menambah jumlah porsi makanan, sehingga cukup untuk memberi makan seluruh prajurit. Meski belum diketahui kebenarannya, kisah ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan telah dijadikan tradisi khusus untuk menyambut perayaan Muharram.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Bubur Asyura sudah ada sejak zaman Nabi Nuh

Ada juga kisah yang menyebutkan bahwa Bubur Asyura sudah ada sejak masa Nabi Nuh AS. Pada saat itu, Nabi Nuh turun dari kapalnya setelah diterpa banjir bandang yang hebat dan terombang-ambing di air selama berbulan-bulan. Ketika menyentuh daratan, ia memerintahkan umatnya untuk mengumpulkan bahan makanan yang tersisa dari dalam kapal.

Bahan makanan tersebut kemudian dicampurkan menjadi satu dan diaduk-aduk hingga menyerupai olahan bubur. Alhasil, bubur inilah yang disajikan untuk umat yang selamat dari banjir bandang agar bisa bertahan hidup.

3. Jadi tradisi di Kalimantan Selatan

Jelang perayaan 10 Muharram, masyarakat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, turut meramaikan momen spesial ini dengan memasak dan menyantap Bubur Asyura bersama. Mereka kerap menyuguhkan bubur ini untuk para anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi dan kegiatan tahunan. Biasanya, ibu-ibu rumah tangga akan bergotong royong membuat Bubur Asyura menggunakan berbagai bahan baku, termasuk beberapa jenis bumbu rempah-rempah. Menariknya, seluruh bahan baku tersebut dibeli dari hasil patungan antar sesama tetangga kompleks.

Setelah masak, mereka akan mengundang bapak-bapak atau kaum pria untuk makan bersama. Namun sebelum sesi makan berlangsung, kaum pria biasanya akan membaca doa terlebih dahulu. Perlu diingat pula bahwa bubur Asyura tidak mudah dijumpai karena hanya disajikan saat perayaan 10 Muharram saja. Tapi Anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.

4. Makanan wajib di Desa Penyengat, Riau

Selain Kalimantan Selatan, Desa Penyengat di Riau juga punya tradisi memasak Bubur Asyura tepat pada tanggal 10 Muharram. Namun sebelum menyantap Bubur Asyura, warga Desa Penyengat akan melakukan pawai mengenakan pakaian Melayu.

Para wanita memakai baju kurung Melayu atau ada pula yang menggunakan kebaya labuh (panjang), satu stel dengan padanannya kerudung dan jilbab. Para pria menggunakan baju kurung melayu teluk belanga, cekak musang atau baju Muslim (baju koko) dengan padanan celana panjang yang serasi warnanya atau baju kurung satu stel serta menggunakan kain songket yang dilipat dua dan dililitkan di pinggang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya