Ini Hukumnya Membatalkan Pertunangan

Sabtu 22 Agustus 2020 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 614 2265861 ini-hukumnya-membatalkan-pertunangan-qd31XhcMO6.jpg Ilustrasi cincin pertunangan. (Foto: Unsplash)

SALAH satu kesunahan sebelum melangsungkan pernikahan adalah prosesi khitbah (lamaran). Tetapi dalam perjalanannya, tidak semua yang diharapkan berjalan mulus sesuai keinginan.

Keadaan itu bisa dikarenakan berbagai penyebab. Tidak jarang juga dari kedua belah pihak terjadi sebuah permasalahan, sehingga bisa menyeret pada tindakan pembatalan ikatan pertunangan.

Baca juga: Rezeki Mengalir Deras meski Terus Bermaksiat, Apakah Tanda Istidraj

Mengutip dari Lirboyo.net, Sabtu (22/8/2020), dalam masalah ini perlu dipahami bahwa sebenarnya sebuah pertunangan bukanlah sesuatu yang mengikat karena belum adanya akad nikah. Artinya, ada legalitas untuk menarik kembali persetujuan atas pertunangan.

Imam Al Buhuti pun menjelaskan dalam Kitab Kasyaf Al Qana terkait hal demikian:

( وَلاَ يُكْرَهُ لِلْوَلِيِّ ) الْمُجْبِرِ الرُّجُوْعُ عَنِ اْلإِجَابَةِ لِغَرَضٍ ( وَلاَ ) يُكْرَهُ ( لِلْمَرْأَةِ ) غَيْرَ الْمُجْبَرَةِ ( الرُّجُوْعُ عَنْ اْلإِجَابَةِ لِغَرَضٍ) صَحِيْحٍ ِلأَنَّهُ عَقْدُ عُمْرٍ يَدُوْمُ الضَّرَرُ فِيْهِ فَكَانَ لَهَا اْلاحْتِيَاطُ لِنَفْسِهَا وَالنَّظَرُ فِيْ حَظِّهَا وَالْوَلِيُّ قَائِمٌ مَقَامَهَا فِيْ ذَلِكَ (وَبِلاَ غَرَضٍ ) صَحِيْحٍ ( يُكْرَهُ ) الرُّجُوْعُ مِنْهُ وَمِنْهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ إخْلاَفِ الْوَعْدِ وَالرُّجُوْعِ عَنِ الْقَوْلِ وَلَمْ يَحْرُمْ ِلأَنَّ الْحَقَّ بَعْدُ لَمْ يَلْزَمْ

"Tidak dimakruhkan bagi pihak wali yang memiliki kuasa atas perempuan untuk menarik kembali lamaran yang sudah disetujui sebab sebuah tujuan. Tidak pula dimakruhkan bagi perempuan yang independen. Keduanya itu jika dengan tujuan yang dibenarkan. Sebab pernikahan merupakan ikatan berkelanjutan yang dampaknya akan dirasakan selamanya. Maka seorang perempuan atau wali bisa lebih berhati-hati dalam mempertimbangkannya. Dan bila tanpa adanya tujuan yang dibenarkan, maka dimakruhkan menarik kembali dari lamaran yang sudah disetujui. Sebab hal ini termasuk bentuk pengingkaran terhadap janji ataupun menarik kembali kata-kata yang telah terucap. Namun tidak sampai mencapai taraf haram, sebab hak yang ada dalam lamaran yang telah disetujui itu bukanlah hak yang mengikat." (Kasyaf Al Qana’, V/20)

Baca juga: Hati-Hati Bermedia Sosial, Akan Dicatat dan Dihisab di Akhirat Kelak 

Oleh karena itu, hukum membatalkan pertunangan diperinci, jika tidak ada alasan yang dapat dibenarkan maka makruh karena termasuk mengingkari kesepakatan. Namun kalau ada alasan yang dapat dibenarkan maka tidak makruh. Dalam hal ini tidak ada hukum haram sebab pertunangan bukanlah hal yang mengikat.

Waallahu a'lam bishawab.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya