Lecehkan Mantan Istri Berdalih Syariat, Imigran Sudan Dibui 4 Tahun

Yudistira, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 23 614 2266164 lecehkan-mantan-istri-berdalih-syariat-imigran-sudan-dibui-4-tahun-CF4d3mCRYS.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEORANG Imigran Sudan dijebloskan ke penjara oleh otoritas Australia setelah terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap mantan istrinya dengan dalih menegakkan syariat. Ia harus mendekam di bui selama empat tahun atas perbuatannya.

Melansir dari laman whatnews2day, pria berusia 40 tahun melakukan tindak penganiayaan itu pada tahun 2012 silam. Jaksa penuntut, Joel Grineri mengatakan bahwa laki-laki tersebut mengklaim berhak melakukan hubungan seksual berlandaskan hukum syar'i menurut Islam.

"Dia datang dan mengatakan bahwa menurut hukum syar'i, istrinya boleh melayaninya kapanpun dia inginkan," ungkap Jaksa Joel.

Baca juga: Baca Doa Ini untuk Menghalau Serangan Ilmu Hitam

Pelaku yang namanya tidak tercatat secara legal dengan berani mendatangi rumah mantan istrinya di Perth, Australia pada 2012 silam. Ia bahkan berujar kepada polisi bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan sah.

Jaksa menyebut pelaku tersebut telah lancang mendatangi rumah mantan istrinya ketika anak mereka sedang berada di rumah.

Dia mendorong mantan istrinya menuju ranjang sebelum istrinya sempat memohon untuk tidak melakukan perbuatan asusila itu.

Sementara Hakim Ketua Christopher Stevenson mengatakan bahwa pria itu tidak hanya bermasalah secara hukum, melainkan juga dia tidak menghormati laki-laki dan perempuan.

"Kekerasan nampak jelas karena dia adalah orang yang kamu nikahi. Tempat terjadinya peristiwa juga jelas, yaitu di dalam kamar, yang mantan istrinya sudah merasa aman di dalam ruangan tersebut," tutur Hakim Christopher.

Pelaku dianggap bersalah karena telah melakukan kekerasan seksual dengan ancaman, merampas kemerdekaan seseorang dan turut didakwa melakukan ancaman pembunuhan.

Ia menerima hukuman selama empat tahun di penjara, dan berlaku sejak 27 November 2018. Dirinya juga tidak memenuhi kriteri untuk bebas bersyarat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini