Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Perceraian di Arab Saudi Melonjak Tajam Selama Pandemi Covid-19

Putri Aliya Syahidah , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2020 |13:11 WIB
Kasus Perceraian di Arab Saudi Melonjak Tajam Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi (Foto: Insider)
A
A
A

Ahmed menambahkan, keluarga di Arab Saudi terkadang menikahkan anak mereka di bawah umur. Bisa jadi anak mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa pernikahan adalah tanggung jawab.

"Sebulan pernikahan, anak laki-laki akan mulai merasa bosan dan meminta kebebasan hidup, dari sini permasalahan di antara pasangan mulai dan akhirnya mengarah kepada percerairan," kata Ahmed.

Menurutnya, mereka yang menikah di bawah usia 25 tahun lebih besar kansnya untuk bercerai. Pemicunya bisa dari berbagai sebab, termasuk maslaah keuangan atau finansial.

"Bagian otak kita yang mengontrol kemampuan untuk memikirkan berbagai hal tidak reaktif. Tidak terlibat dalam perilaku yang berisiko dan tidak sepenuhnya berkembang untuk banyak orang hingga usia mereka memasuki pertengahan 20. Dan banyak orang tidak memikirkan soal persiapan finansial untuk menikah sebelum 25 tahun, mereka menyelesaikan sekolah atau memasuki pekerjaan," tuntasnya.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement