UAS Ingatkan Dosa Besar Merusak Hutan

Sabtu 29 Agustus 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 330 2269408 uas-ingatkan-dosa-besar-merusak-hutan-VhALwx4Q08.jpg Ustadz Abdul Somad (Instagram)

JAKARTA – Pendakwah kondang Ustad Abdul Somad alias UAS mengingatkan bahwa perilaku pembalakan hutan secara liar dan masif merupakan perbuatan zalim yang dibenci Allah SWT.

Mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW, dai jebolah Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan siapapun yang merusak pohon dan alam seisinya untuk kepentingan pribadi memperkaya diri sendiri akan mendapatkan hukuman neraka.

Baca juga: Hobi Bermaksiat tapi Rezeki Lancar, Kok Bisa?

“Siapapun yang memotong sebatang pohon kayu, (maka akan) disungkurkan Allah kepalanya dalam api neraka. Satu batang pohon kayu. Bagaimana kalau dia memotong ratusan hektar hutan? Bagaimana dosa dia? Bagaimana pahala-pahala ibadahnya itu diambil oleh orang-orang yang dianiaya?” kata UAS seperti dikutip dari keterangan resmi dari BNPB, Sabtu (29/8/2020).

ilustrasi

Selain itu, perilaku pembukaan hutan dan lahan yang dilakukan dengan cara dibakar juga merupakan perbuatan dosa, sebab hal itu dapat memberikan dampak buruk yang besar bagi masyarakat luas bahkan hingga negara lain. Selain menimbulkan banyak korban, nama baik sebuah negara juga menjadi tercoreng.

“Jaga dirimu dari api neraka. Jangan sampai kau buat zalim, aniaya. Bukan satu orang bukan satu keluarga yang kena, satu provinsi. Kalau dia bakar hutan bahkan asapnya sampai ke luar negeri. Nama bangsa kita rusak,” jelas UAS.

UAS bersilaturahmi ke Graha BNPB, Jakarta, Rabu 26 Agustus dan turut berbincang dengan Kepala BNPB Doni Monardo.

UAS mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran bahwa seharusnya manusia memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap keberlangsungan hidup, kelestarian lingkungan serta alam semesta yang menjadi bagian dari ciptaanNya.

Sebagai manusia yang ditakdirkan lahir besar di Indonesia, sudah seharusnya masyarakat dapat menggunakan akal pikiran untuk memahami bahwa selain keindahan dan kekayaan alam, wilayah Nusantara juga memiliki ragam peristiwa alam yang terus berulang dan berpotensi menjadi bencana.

Sehingga dalam hal ini, UAS berharap agar manusia dapat mengurangi risiko bencana dengan cara mencinta, merawat dan menjaga alam semesta seisinya.

"Betapa ilmu pengetahuan menjawab bahwa tsunami ini sesungguhnya sudah terjadi berkali-kali, bukan sekali. Maka ilmu pengetahuan menyadarkan kita, membantu kita, menolong kita dengan akal manusia pemberian Allah SWT bagaimana ke depan kita lebih cerdas,” kata UAS.

“Sehingga kalau pun dia terjadi, maka korban bisa lebih minim. Dan kemudian kita bisa lebih cinta sayang kepada alam,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini