Ini Langkah Kemenag Atasi Covid-19 di Pesantren

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 614 2270352 ini-langkah-kemenag-atasi-covid-19-di-pesantren-wxMDGsc22q.jpg Ilustrasi penanganan virus corona (covid-19). (Foto: Heru Haryono/Okezone)

DIREKTUR Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Waryono mengatakan terkait penanggulangan kasus virus corona (covid-19) di pondok pesantren, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Gugus Tugas.

"Untuk menangani santri yang terkena covid-19 diobati maksimal. Sementara santri yang tidak terkena covid-19 melakukan isolasi mandiri," katanya dalam keterangan resmi kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Pondok pesantren yang saat ini menjadi sorotan adalah Ponpes Blokagung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sebanyak 199 santrinya positif covid-19.

Baca juga: Buat Bunda, 10 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami Bermakna Cerdas dan Salihah 

Waryono mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Bidang Pesantren Kemenag Jawa Timur bahwa 500 santri sedang isolasi mandiri.

"Saya juga perlu mengecek antara informasi dari berita dengan kenyataan di lapangan terkait santri yang terpapar covid-19. Karena itu, saya sedang menunggu laporan terakhir dari Jawa Timur. Yang jelas, Jawa Timur saya tahu pemerintah daerahnya sangat komitmen (membantu pesantren)," tuturnya.

"Harapannya (santri yang positif covid-19) berkurang dan menurun sampai (sembuh), kemudian dapat diatasi seperti yang terjadi di Gontor (santri sembuh semuanya). Kemenag dan Gugus Tugas Covid-19 sedang menangani kasus ini agar cepat selesai. Pesantren dan santri lain tidak perlu panik dan tidak perlu dibesar-besarkan," tambah Waryono.

Ilustrasi virus corona (covid-19). (Foto: Okezone)

Ia menyatakan sejak awal sudah mengikuti instruksi protokol kesehatan pemerintah untuk mengantisipasi persebaran covid-19. Pesantren juga membuat Gugus Tugas Covid-19. Pesantren pun belum semuanya mengembalikan santri. Hal ini karena dilakukan secara bertahap sesuai protokol kesehatan.

"Sebenarnya kembalinya santri ke pesantren bukan semata-mata kehendak kiai, tapi juga karena kehendak orangtua. Sementara infrastruktur pesantren kalau untuk physical distancing enggak memadai. Cuma ada untungnya di pesantren anak-anak tidak ke mana-mana (ada dalam lingkungan pesantren terus)," teramngnya.

Baca juga: Agar Tetap Tenang, Bacalah Doa Pikiran Terang Ini 

Sementara Ketua Umum Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) atau Asosiasi Pesantren Indonesia KH Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) juga menanggapi kasus persebaran covid-19 di lingkungan pesantren.

"Hal mencegah penularan wabah di pesantren menjadi domain Kementerian Kesehatan. Kemenkes bisa menyiapkan mitigasi yang terstandar dan bisa dijadikan pedoman di berbagai pesantren. Kesan saya kalau ada kasus baru ditangani secara ad hoc dan parsial," katanya saat dihubungi Okezone, Senin (31/8/2020).

Gus Rozin pun mengimbau pemerintah perlu mengevaluasi dampak kebijakannya di lapangan. Salah satu sebab pesantren kembali beraktivitas secara penuh, di antaranya adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri versi revisi yang cukup longgar.

Menurut dia, bagi pesantren sudah seharusnya mampu melakukan self assesment kemampuan melaksanakan protokol pencegahan covid-19 secara konsisten.

"Jika memang mampu melaksanakan prosedur dengan disiplin ya silakan beraktivitas, itu pun secara bertahap dan mesti disertai rencana mitigasi yang lengkap," pungkasnya.

Baca juga: Yuk Baca 1 Sholawat Nabi, Allah Akan Balas 10 Kali Lipat 

Ilustrasi virus corona (covid-19). (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini