Keutamaan Menjalin Persahabatan karena Allah

Wiji Adinda Putri, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 330 2271630 keutamaan-menjalin-persahabatan-karena-allah-Fd8pXefxmf.JPG Ustadz Khalid Basalamah (Foto: YouTube/@Khalid Basalamah Official)

DALAM Islam dikenal istilah ukhuwah yang berarti makna persaudaraan. Ukhuwah islamiyah yang mana hakikatnya menyatakan bahwa setiap umat muslim yang berada di muka bumi ini adalah satu persaudaraan.

Namun juga ada istilah ukhuwah wathaniyyah (persaudaraan satu wilayah), dan juga ukhuwah insaniyyah (persaudaraan antar sesama umat manusia). Semua itu telah tertulis dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 103 yang berbunyi:

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

(Wa'taṣimụ biḥablillāhi jamī'aw wa lā tafarraqụ ważkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż kuntum a'dā`an fa allafa baina qulụbikum fa aṣbaḥtum bini'matihī ikhwānā, wa kuntum 'alā syafā ḥufratim minan-nāri fa angqażakum min-hā, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la'allakum tahtadụn).

Artinya: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadiah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk,” (QS. Ali Imran: 103).

Dalam agama Islam sendiri memang terdapat anjuran persaudaraan sesama umat manusia (ukhuwah insaniyyah), yang mana diistilahkan sebagai pencarian sahabat. Sahabat yang dimaksud adalah sahabat yang sejenis, laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan, lalu sesama muslim, saleh dan salehah, serta lebih baik ibadahnya daripada diri kita sendiri. Bertujuan agar ada rasa motivasi untuk menyesuaikannya.

Baca juga: Aa Gym Ungkap Kunci Tauhid kepada Allah SWT

Menjalin persahabatan pun tidak semata-mata berteman atau sekadar menjalin hubungan baik, tetapi memiliki adab dalam bersaudara. diantaranya dijelaskan oleh Ustadz Khalid Basalamah,

“Ada adab-adabnya dalam persahabatan tersebut, pertama dia duluhukan saudaranya dalam persahabatan tersebut, kedua dia selalu menjenguknya kalau sakit, ketiga menanyakan kabarnya,” ucap dai kondang Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari channel YouTube Khalid Basalamah Official, Rabu (2/9/2020).

Ia menerangkan bahwa adab tersebut ditiru dari kebiasaan Nabi Muhammad yang mana sangat mencintai para sahabatnya karena Allah. Nabi menghafal siapa saja sahabatnya, mencarinya jika tidak jumpa, mengajak para sahabatnya untuk saling menjenguk, dan lain sebagainya.

“Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan orang mukmin seperti satu jasad. Memang seperti itu dan manfaatnya sangat besar. Kita berkumpul dan bersahabat karena Allah dan kita berpisah juga karena Allah. kalau sampai sahabat kita jauh dari Allah, kita nasihatin dan tidak mau dengar, ya sudah kita tinggalkan karena Allah,” paparnya.

Ia menambahkan, nantinya terdapat 7 golongan yang diberi naungan Allah pada hari kiamat dan terlepas dari panasnya padang mahsyar, salah satunya adalah bagi orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah juga karena Allah. Diterangkan dalam Hadits Qudsi:

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam Hadits Qudsi bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ، وَحَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ، وَالْمُتَحَابُّونَ فِي اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ

Artinya: “KecintaanKu berhak didapat oleh orang yang saling mencinta karenaKu, saling memberi karenaKu, dan saling mengunjungi karenaKu. Orang-orang yang saling mencinta karena Allah akan berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, di bawah naungan ‘Arsy ketika tidak ada naungan kecuali naunganNya,” (HR. Ahmad).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini