Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadalah, Ini Bahayanya Berprasangka Buruk

Mustafidhotul Ummah , Jurnalis-Rabu, 02 September 2020 |20:03 WIB
Waspadalah, Ini Bahayanya Berprasangka Buruk
Ilustrasi curiga (Trusedpychicmediums)
A
A
A

MANUSIA seringkali berprasangka buruk terhadap orang lain, bahkan menuduh bermacam–macam. Amalan akan kacau bila kita terus–terusan memelihara pikiran dan hati yang dikuasai oleh syaitan. Berprasangka buruk merupakan sifat tercela dan tak disukai Allah SWT.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Al Bukhari No. 6064, Muslim No. 2563)

Baca juga:  Hakikat Perjalanan Hidup Manusia dari Alam Dzar hingga Akhirat

Dalam Alqur’an Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”

Pada ayat tersebut jelas bahwa Allah SWT meminta hamba-Nya menjahui perbuatan berprasangka dan mencari kesalahan orang lain.

Penceramah Ustadz Fahmi Salim dalam video ceramahnya di channel Youtube iNews Religi dikutip Okezone, Rabu (2/9/2020), mengatakan bahwa sudzon atau berprasangka buruk secara umum ada dua jenis yaitu prasangka buruk terhadap Allah dan prasangka buruk terhadap manusia.

Penjelasan tentang prasangka buruk terhadap Allah disebutkan dalam Alqur’an Surah Ali ‘Imran ayat 154.

 

Arti dari ayat tersebut adalah:

“Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah.

Mereka berkata: "Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?". Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah"

Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini".

Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.”

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement