Jika Sudah Masuk Liang Kubur, Harta pun Tak Dapat Dibanggakan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 20 November 2020 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 613 2313319 jika-sudah-masuk-liang-kubur-harta-pun-tak-dapat-dibanggakan-DRakwGKlVw.jpg Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mengalami maut, kematian. (Foto: Okezone)

JAKARTA- Dunia ini hanya sementara dan sangat singkat. Harta yang dicari susah payah di dunia pun tak akan dibawa ke dalam kubur.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman : "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak ! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)" (QS. At-Takaatsur [102]: 1-3)

Baca Juga: Akhi, Uthi Ingat Pesan Ini Ya: Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain

Ustaz Najmi Umar Bakkar dalam kajian pada Jumat (20/11/2020) mengatakan, apabila sudah berada di kubur, lalu di manakah harta dan rumah yang telah kita banggakan di dunia? Tempat tinggal jasad itu di liang lahat yang berukuran kecil, dan yang bermanfaat di sana hanyalah iman dan amal shalih. "Maka mengapa engkau lalai dari kehidupan akhirat yang abadi?," ujarnya.

Malik bin Dinar berkata, "Sungguh mengherankan bagi orang yang mengetahui kematian adalah akhirnya dan kuburan adalah tempat tinggalnya, tetapi bagaimanakah pandangannya bisa sejuk dengan dunia? Dan bagaimana pula ia bisa memperindah kehidupannya? Lalu beliau pun menangis," (Shifatus Shafwah III/198).

Baca Juga: Rasulullah Menganjurkan Mandi Sebelum Shalat Jumat

Dari Husain al-Ju'afi berkata, "Seorang laki-laki telah mendatangi kuburan yang berlubang, kemudian ia mengamati liang lahat, maka ia pun lantas menangis tersedu-sedu dan terus menangis, kemudian ia berkata, "Demi Allah, engkaulah rumahku yang sesungguhnya. Demi Allah, seandainya aku mampu, niscaya aku akan (berusaha) memakmurkanmu" (Rihlah ilaa ad-Daaril Aakhirah hal 167)

"Suatu hari Ibnu Muthii' memperhatikan rumahnya, dia pun kagum akan keindahannya, kemudian ia pun menangis seraya berkata, "Demi Allah, sekiranya bukan karena (adanya) kematian niscaya aku gembira karenamu dan sekiranya bukan karena tempat yang akan kita tuju nanti berupa kuburan sempit niscaya dunia menjadi penghibur hati kita, kemudian ia pun menangis tersedu-sedu sampai suara tangisnya meninggi" (Ihyaa' IV/479-480 dan Rihlah ilaa ad-Daaril Aakhirah hal 120)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini