Cerita Haru Kesetiaan Suami Soleh yang Selalu Doakan Almarhumah Istrinya, Bikin Baper

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 330 2315701 cerita-haru-kesetiaan-suami-soleh-yang-selalu-doakan-almarhumah-istrinya-bikin-baper-TbAeSRh69h.jpg Pasangan suami istri muslim (Foto: WeHearthit)

JAKARTA-  Benarkah janji pasangan suami-istri? Aku akan setiap mencintaimu, menyayangimu hingga ajal menjemput. 

Apakah sudah pernah mendengar kisah bagaimana seorang suami begitu mencintai istrinya karena Allah SWT, walaupun sang istri sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Rahasia Hidup Terbebas dari Masalah, Tertuang di Salah Satu Ayat Al-Mulk

Biasanya hanya kata-kata indah dan manis saja pasangan suami istri. Tapi berikut ini coba simak sebuah kisah yang diangkat oleh Ustaz Dr Firanda Andirja MA dalam Kelas UFA, Rabu (25/11/2020) tentang suami soleh yang setia terhadap istrinya yang salehah yang telah tiada.

Al-Maqrizi rahimahullah dalam kitabnya:

Bercerita tentang istrinya yang sholehah yang telah meninggal dalam usia yang sangat muda yaitu 20 yang bernama Safro bintu Umar rahimahallah, wafat pada tahun 790.

Baca Juga: 3 Keutamaan Bersedekah Saat Pagi Hari, Nomor 2 Sering Jadi Hambatan

Beliau rahimahullah bercerita pada jilid 2/97-98 bahwa istrinya tersebut lahir di Al-Qohiroh (Mesir) pada tahun 770 H, lalu ia menikah dengannya pada tahun 782 H (yaitu istrinya masih berumur 12 tahun).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari pernikahan tersebut lahirlah putranya Muhammad Abul Mahasin pada tahun 786 H.

Qoddarullah ternyata pada tahun yang sama di bulan Ramadhan Al-Maqrizi menjatuhkan talak (cerai) terhadap istrinya tersebut.

Namun atas kehendak Allah ternyata mereka menikah lagi 2 tahun setelah perceraian yaitu pada tahun 788 H.

Baca Juga: Lalai Shalat Subuh yang Hanya 2 Rakaat? Ternyata Punya 7 Keistimewaan

Setelah itu istrinya pun melahirkan putra Al-Maqrizi yang lain yaitu Ali Abu Hisyaam pada bulan Dzulhijjah tahun 789 H, ternyata 3 bulan kemudian istrinya tersebut sakit. Akhirnya istrinya pun meninggal dunia di usia yang masih sangat muda 20 tahun. Setelah Al-Maqrizi rahimahullah berkata :

"Dan kebetulan aku sering mendoakan istighfar (ampunan) baginya setelah wafatnya. Maka pada suatu malam aku bermimpi bertemu dengannya, dia datang menemuiku dalam kondisinya tatkala aku mengafankannya.

Akupun berkata kepadanya dan aku ingat dia telah meninggal dunia : "Wahai ummu Muhammad, apakah apa yang aku kirimkan kepadamu sampai?, -maksudku adalah aku berdoa memohonkan ampunan (istighfar) baginya-".

Maka diapun berkata, "Iya wahai tuanku (suamiku), setiap hari sampai hadiahmu kepadaku".

Lalu diapun menangis dan berkata, "Sungguh engkau tahu wahai tuanku (suamiku) bahwa aku tidak mampu untuk membalas kebaikanmu".

Maka aku berkata kepadanya, "Tidak usah kau pikirkan hal itu, sebentar lagi kita akan bertemu".

Baca Juga: Renungan Magrib, Ketika Harta Tak Dapat Menambah Umur Sedetikpun

Istriku tersebut -semoga Allah mengampuninya- meskipun masih sangat muda akan tetapi dia termasuk wanita yang terbaik di zamannya, menjaga harga dirinya, menjaga agamanya, terpercaya, penuh amanah dan tegar. Setelahnya aku tidak pernah digantikan istri sepertinya" (Ad-Duror 2/99)

Setelah itu Al-Maqrizi mengucapkan sebuah sya'ir : 

Aku menangisi kepergiannya dariku maka akupun mengasihinya.

Sesungguhnya perpisahan dari para kekasih adalah menjadikan berlinangnya tangisan air mata.(Ad-Duror 2/99)

Faedah kisah di atas yakni:

1. Perceraian bisa jadi bukanlah akhir dari kisah cinta, ternyata Allah mengembalikan Al-Maqrizi rahimahullah seteleh bercerai dengan istrinya 2 tahun.

2. Yang menjadikan suami setia dengan cintanya adalah kesalehan dan kebaikan istrinya, itulah yang tidak akan terlupakan oleh suami meskipun sang istri telah tiada.

3. Pentingnya senantiasa mendoakan istri yang telah tiada, terutama memohonkan ampunan baginya. Para ulama telah sepakat bahwa doa yang masih hidup untuk orang yang sudah meninggal bermanfaat.

4. Cinta yang setia bukanlah dengan ucapan, akan tetapi bagaimana bisa tetap berbuat baik bagi pasangan hidup meskipun telah tiada. Di antaranya sering mendoakannya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya