Beriman kepada Rasul-Rasul Allah juga terdapat dalam sholat. Dengan permintaan kita di saat kita membaca Al Fatihah, "Ihdinashiratol mustaqiim sirathal ladziina an amta alaihim." Kata "him" ini menunjukkan kepada para nabi dan rasul.
Selanjutnya, beriman kepada hari kiamat. Mungkin kita akan sembarangan saja dalam melaksanakan sholat. Namun, pada waktu kita meyakini akan adanya hari pembalasan yang akan diberikan kepada kita pada hari kiamat, mungkin sholat kita akan kita laksanakan sekhusyu' mungkin dan sesempurna mungkin. Mengapa? Sebab, kita meyakini adanya hari pembalasan.
Baca Juga: Kalbu Mengeras karena Jauh dari Allah SWT
Bagaimana dengan beriman kepada qadha dan qadhar? Di sini kita menerima takdir dari Allah SWT. Semua yang terjadi, baik yang buruk maupun yang bagus, semata-mata datangnya dari Allah Subhanahu wata'ala (SWT)
Jadi, jelaslah bahwa dalam sholat itu ada Rukun Islam dan Rukun Iman. Bahkan, di samping Islam dan iman, sholat itu juga mencakup ihsan. Ihsan inilah yang menunjukkan ikhlas, kemurnian hati, sewaktu melaksanakan sholat.
Mengingat sholat itu mempunyai peranan seperti itu dalam kehidupan seseorang, wajarlah bahwa sholat itu diwajibkan kepada kita. Dengan sholatlah kita senantiasa ingat, senantiasa bertawadlu’, senantiasa menjauhkan penderitaan dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. (Uck)
(Rani Hardjanti)