JAKARTA - Kehidupan Rasulullah Shallallhu 'alaihi wa sallam (SAW) tidak suka menyimpan harta dan hidup dalam kesederhanaan.Bahkan Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu menceritakan, bahwa ada sejumlah orang dari kaum Anshar yang datang meminta sesuatu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan beliau memberi apa yang mereka minta.
Kemudian ada lagi di antara mereka meminta sesuatu kepada beliau, dan beliau pun juga memberinya. Demikian, sehingga habislah apa yang apa yang beliau miliki. Lalu beliau bersabda:
Baca Juga: Orang Pandai Mampu Melakukan Muhasabah Terhadap Dirinya
"Apa pun yang aku miliki dari kebaikan, maka aku tidak akan menyimpannya dari kalian." (Mutafaq Alaih)
Dari buku "165 Kebiasaan Nabi" karya Abduh Zulfidar Akaha dikutip pada Kamis (10/12/2020) disebutkan:
Maksud dari "kebaikan,” dalam konteks hadits di atas adalah yang baik dan halal. Sedangkan "tidak akan menyimpannya dari kalian" maksudnya yaitu tidak akan menahan harta itu jika ada yang meminta, atau akan memberikan harta tersebut jika ada yang memintanya.
Memang, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah menyimpan harta kekayaan dan tidak merasa perlu untuk menyimpannya, apalagi sampai menimbunnya.
Karena beliau adalah seorang yang sangat zuhud dan sederhana kehidupannya. Beliau lebih senang hidup apa adanya dengan harta seadanya daripada hidup bergelimang harta.
Apa yang beliau sabdakan tentang dirinya ini, lebih kuat kedudukannya daripada apa yang dikatakan sahabat tentang beliau. Karena beliau lebih tahu siapa dirinya daripada orang lain, dan beliau tidak pernah berbohong dengan apa yang dikatakannya.
Baca Juga: Jangan Meratapi Mayat, Begini Larangannya dalam Islam
Beliau bersabda, "Sekiranya aku memiliki emas sebesar Gunung Uhud, aku tidak akan membiarkannya sedikit pun berada padaku hingga tiga hari, kecuali sekadarnya yang akan aku pakai untuk membayar utang." (Muttafaq Alaih)
Selaras dengan kebiasaan beliau yang tidak senang menyimpan harta, beliau juga selalu memberi jika ada yang meminta sesuatu kepada beliau. Jabir bin Abdillah Radhiyallahu
Anhuma berkata: "Tidak pernah sekali pun Rasulullah dimintai sesuatu mengatakan, "Tidak." (Muttafaq Alaih).
(Vitrianda Hilba Siregar)