JAKARTA – Islam sebagai agama yang mengutamakan perdamaian dan menjauhi berbagai konflik. Umat Muslim yang menuju pada jalan perdamaian, menerapkan perintah Allah Suhanahu wa ta’ala (SWT) untuk terus bertawakal menciptakan perdamaian.
Firman Allah SWT dalam QS. Al-Anfal ayat 61: “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Baca Juga: Doa Setelah Asar di Hari Jumat Mustajab, Ustaz Khalid Basalamah: Agar Nikmat Allah SWT Dipertahankan
Rasulullah Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (SAW) bersabda “Maukah aku beritahu kan kepadamu perkara yang lebih utama daripada puasa, sholat dan sedekah? Para sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yaitu mendamaikan perselisihan di antara kamu, karena rusaknya perdamaian di antara kamu adalah pencukur (perusak agama)”. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Perbuatan perselisihan hingga terputusnya silaturahmi sesama umat beragama menjadi sebuah larangan dalam agama Islam. Karena menunjukan sikap toleransi menjadi pondasi utama dalam menjalani kehidupan keberagaman.
Baca Juga: Tenang Saja, Semua Sudah Diatur dalam Islam
Islam mengajarkan rahmat dan kasih sayang. Bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat agama Allah. Ditegaskan oleh Ustaz Dr Syafiq Riza Basalamah:
"Islam mengajarkan kedamaian, mengajarkan kebaikan. Islam yang dituduh terorisme, menunjukkan bahwa ternyata tidak seperti yang dituduhkan. Kalaupun ada yang melakukan aksi teror, maka sejatinya mereka adalah oknum-oknum yang menyimpang dari Islam," ujarnya dalam Youtube Syafiq Riza Basalamah Official pada Jumat (18/12/2020)
Nilai-nilai perdamaian merupakan sebuah kunci terciptanya kehidupan yang tentram. Kepatuhan dari dalam diri untuk membawa prasangka baik demi terciptanya perdamaian, menjadi acuan dasar adanya kebaikan dalam sebuah perdamaian.
(Vitrianda Hilba Siregar)