LAMAKERA- Sebagai perkampungan muslim, Lamakera di Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki lembaga pendidikan formal berbasis Islam.
Dimuali dari TK Almuhajir, TK. M. Hasan Kader Songge, SD Negeri Madrasah Ibtidaiyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN). Sejarah awalnya MTSN adalah Sekolah Menengah Islam (SMI) dan kemudian berubah menjadi Pendidikan Guru Agama (PGA) Pertama yang didirikan oleh Abd Syukur Ibrahim pada 1953.
Baca Juga: Dahsyatnya Kata 'Insya Allah', Jangan Disepelekan
Pada 2011 atas inisiatif Dr. Ali Taher, putra Lamakera, Anggota DPR RI dirintislah berdirinya MA Plus Tarbiyah Lamakera yang saat ini sudah berstatus sebagai sekolah negeri. MAN Lamakera dilengkapi dengan fasilitas lab bahasa, lab IT, perpustakaan dan Program Tahfidz Al Quran.
Baca Juga: Ini Keutamaan Surat Al-Quraisy walau Hanya 4 Ayat
Selain di Lamakera, ada juga Pondok Pesantren Madinatunnajah Keshultanan Menanga. Ponpes Madinatunnajah ini didirikan pada 2011 lebih awal beberapa saat dari MAN Lamakera. Pembangunan prasarana pondok seiring dengan waktu terus mengalami perkembangan baik kualitas maupun prasarana pendidikannya. Di pesantren ini terdapat 100 orang lebih di bawah asuhan para ustad lulusan pondok pesantren dan sarjana dari berbagai perguruan tinggi dari Yogyakarta, Jakarta, Makasar, Malang, dan Kupang.
Pondok pesantren yang mendapat dukungan dari Pemda Flores Timur dan merupakan prakarsa Ahmad Yohan anggota DPR RI selaku putra daerah Lamakera ini juga pernah dikunjungi Mantan Ketua MPR RI Dr. Amin Rais, Mantan Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y. Thohari dan para tokoh nasional lainnya.