Mau Tahu Ibadah Umrah di Tengah Pandemi? Ini Tahapan Prosesnya

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 01 Februari 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 614 2354368 mau-tahu-ibadah-umrah-di-tengah-pandemi-ini-tahapan-prosesnya-ht20u5Hzlq.jpg Jamaah umrah Indonesia saat berada di Bandara Soekarno-Hatta menunggu pemberangkatan ke Arab Saudi. (Foto: Abu Sahma Pane)

JAKARTA - Ibadah umrah merupakan impian setiap Muslim. Namun apakah ibadah tersebut bisa dijalankan ketika masa pandemi Covid-19 seperti sekarang?

Jawabnya tentu bisa, hanya jamaah wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes) sebelum keberangkatan. Dengan begitu Insya Allah aman dari penularan Covid-19.

Untuk diketahui, salah satu tahapan prokes yang mesti dijalani jamaah ibadah umrah yakni tes PCR Covid-19 serta menjalani masa karantina sehari sebelum berangkat. Karantina tersebut diterapkan di asrama haji atau di hotel yang telah ditunjuk pemerintah, contohnya Hotel Ibis Style Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga: Tiga Surat Ini Jika Diamalkan Jadi Penangkal Ampuh Keburukan

Pantauan MNC Portal ketika Garislurus Lintas Semesta Travel Umrah & Haji Plus hendak memberangkat jamaah umrah, setiap perserta terlebih dahulu menjalani tes PCR di tempat karantina di Hotel Ibis Style Bandara Soekarno Hatta.

Tampak jamaah yang hendak memasuki hotel karatina menjalani pemeriksaan suhu tubuh di lobby. Kemudian barang bawaan mereka disemprot pakai disinfektan agar steril dari Covid-19.

Baca Juga: Ada Kerupuk dan Gorengan, Yuk Intip Lebih Detail Menu Jamaah Umrah saat Dikarantina di Madinah

Selanjutnya jamaah langsung diarahkan ke ruang tes PCR. Sambil menunggu hasilnya, jamaah diarahkan ke suatu ruangan untuk mendapatkan pengarahan tentang betapa pentingnya menjaga prokes selama umrah.

Perlu diingat ini hanya pengarahan prokes, bukan manasik. Sebab manasik dijadwalkan di Madinah, Arab Saudi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Usai pengarahan, jamaah diminta masuk ke ruang karantina yang merupakan kamar hotel berkapasitas dua orang. Jadi satu kamar maksimal diisi dua jamaah.

Selama menjalani karantina, jamaah umrah tidak diperkenankan keluar-masuk kamar. Sanking ketatnya, makanan pun hanya di antar sampai depan pintu kamar.

Masa karantina tersebut sekira sehari semalam. "Kita baru selesai melakukan tes swab antigen di mana semua jamaah mengikuti swab antigen satu-satu. Setelah itu kita akan melakukan karantina di dalam setiap kamar, Insya Allah sampai dengan besok sebelum keberangkatan," ucap Business & Development Director Garislurus Lintas Semesta Travel Umrah & Haji Plus, Rahadian Fadhel Amr.

Jika hasil tes PCR menunjukkan hasil negatif, maka jamaah diperkenankan terbang. Sedangkan jika positif Covid-19, maka umrah ditunda sampai dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

Lebih lanjut setelah tiba di Tanah Suci, jamaah masih harus menjalani tes PCR dan karantina selama 3 hari.

Sekadar informasi, Pemerintah Arab Saudi memberikan 800-1.000 kuota umrah per hari untuk Indonesia. Tak hanya itu, aturan pembatasan usia pun telah dilonggarkan. Dari sebelumnya umrah hanya boleh untuk mereka yang berusia 18-50 tahun kini menjadi 18-60 tahun.

"Informasi terbaru dari beberapa Muassasah Saudi Arabia menyatakan syarat umur bagi jamaah umrah khusus warga Indonesia menjadi 18-60 tahun, sebelumnya syarat umur 18-50 tahun," ujar Kabid Umrah Amphuri Zaky Zakaria Anshary beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya