Doa Terhindar dari Banjir, Yuk Amalkan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 330 2358359 doa-terhindar-dari-banjir-yuk-amalkan-lYwVhd2tbg.jpg Doa terhindar dari banjir. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Doa agar terhindar dari banjir patut dimohonkan kepada Allah Ta'ala pada saat ini. Di beberapa kawasan di Indonesia, termasuk di Jakarta sedang dilanda banjir.

Nabi Muhammad SAW pernah memanjatkan doa agar terhindar dari banjir. Doanya seperti ini:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ، اللَّهُمَّ عَلَى الآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

(Allahumma Khawaalaina Laa ‘Alaina, Allahumma ‘Alal Aakaam Wad Dhoroob, Wa Butuunil Audawiyah, Wa Manaabitis Syajar)

Baca Juga: Apa yang Terjadi di Alam Raya Sudah Dijelaskan di Dalam Al-Qur'an

“Ya Allah (turunkan) di sekitar kami dan tidak menjadi bencana bagi kami. Ya Allah mohon alihkan hujan ini ke gunung-gunung, perbukitan / dataran tinggi, lembah-lembah, kebun atau hutan – hutan.”

Ustaz Ahmad Anshori menjelaskan pelajaran dari doa tadi yakni Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah menerangkan beberapa hikmah dari doa di atas :

وفيه الأدب في الدعاء حيث لم يدع برفع المطر مطلقا لاحتمال الاحتياج إلى استمراره فاحترز فيه بما يقتضي رفع الضرر وبقاء النفع ، ويستنبط منه أن من أنعم الله عليه بنعمة لا ينبغي له أن يتسخطها لعارض يعرض فيها ، بل يسأل الله رفع ذلك العارض وإبقاء النعمة . وفيه أن الدعاء برفع الضرر لا ينافي التوكل وإن كان مقام الأفضل التفويض في هذا نظر . والصواب أن الأخذ بالأسباب والبدار بالدعاء والاستغاثة عند الحاجة أولى وأفضل من التفويض،

“Di dalam doa ini terkandung adab dalam berdoa, dimana Nabi shallallahu’alaihissalam tidak meminta kepada Allah agar hujan dihentikan total. Karena adanya kemungkinan keberlangsungan hujan dibutuhkan. Maka yang Nabi pinta adalah, mencegah bahaya bersamaan dengan tetap adanya manfaat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikutip dari laman the humairo dikutip pada Senin (8/2/2021) disebutkan dari doa ini juga dapat disimpulkan bahwa, siapa yang mendapat nikmat dari Allah, tidak sepatutnya membenci nikmat itu karena ada hal yang tidak disenangi. Hendaknya meminta kepada Allah untuk mengangkat hal yang tidak disenangi tersebut kemudian meminta kepada Allah agar nikmat tetap langgeng.

Doa ini juga memberi pelajaran, bahwa berdoa supaya dihindarkan dari mara bahaya, tidak membatalkan tawakkal. Pendapat yang menyatakan bahwa pasrah saat mendapat musibah lebih afdol daripada meminta dihindarkan musibah, adalah pendapat yang lemah. Yang benar adalah, mengupayakan sebab, bersegera berdoa dan meminta dilindungi dari mara bahaya di saat dibutuhkan, itulah yang lebih utama daripada berserah diri.” (Fathul Bari, 2/507). 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini