Waspada, Berobat ke Dukun hingga Tukang Ramal Ternyata Begini Hukumnya dalam Islam

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 04:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 330 2360594 waspada-berobat-ke-dukun-hingga-tukang-ramal-ternyata-begini-hukumnya-dalam-islam-u2qM26zGMx.jpg Islam tegas melarang jangan mendatangi dukun, bertanya apalagi mempercayai ucapannya. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA- Berobat ke dukun dalam ajaran Islam tegas dilarang. Termasuk juga bertanya kepada tukang ramal, tukang sihir dan seluruh pelaku mistik, tidak boleh bertanya kepada mereka dan mempercayai ucapnnya.

Pesan tersebut adalah tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah yang termuat dalam sebuah grup kajian dikutip pada Jumat (12/2/2021).  Syekh menegaskan hal itu termasuk dosa yang paling besar berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barangsiapa mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya satu perkara, maka tidak akan diterima sholatnya 40 malam. (HR. Muslim dalam shahihnya).

Baca Juga: Kisah Utsman bin Mazh'un Ungkap Manfaat Hubungan Badan bagi Pasutri

Dan berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal lalu dia mempercayai apa yang dia ucapkan maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad. (HR. Ahlus Sunan dengan sanad Shahih).

Dan sabda beliau :

Baca Juga: Qadha Puasa, Ini Beberapa Catatan Penting Sebelum Melaksanakan

"Bukan golongan kami orang yang melakukan sihir atau yang minta disihirkan, orang yang melakukan praktek perdukunan atau yang minta praktek perdukunan, orang yang melakukan anggapan sial atau yang minta diramal anggapan sial, dan barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dia ucapkan maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Al-Bazzar dengan sanad yang bagus).

Adapun mandi dengan darah maka hukumnya mungkar yang sangat jelas dan haram. Tidak boleh untuk berobat dengan benda najis, berdasarkan hadits riwayat Abu Daud dalam sunannya dari Abu Darda radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda :

"Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan menjadikan setiap penyakit itu ada obatnya, maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram." (HR. Abu Dawud)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan obat kalian dalam perkara yang diharamkan atas kalian." (HR Baihaqi dan dishahihkan Ibnu Hibban dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu anha).

Barangsiapa yang bertobat dengan benar maka Allah akan menerima tobatnya. Berdasarkan firman Allah :

"Dan bertobatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman niscaya kalian akan beruntung". (QS. An-Nur 31)

Dan tobat yang benar itu dengan menyesali apa yang telah berlalu, dan dia meninggalkan dosanya, dan bertekad dengan jujur untuk tidak mengulangi lagi, dalam rangka mengagungkan Allah mencintai Dia dan mengharap keridhaan-Nya, serta takut dari siksan-Nya.

Kalau seandainya maksiat itu berkaitan dengan hak makhluk, maka harus dengan syarat yang keempat untuk diterimanya taubatnya, yaitu mengembalikan hak kepada pemiliknya atau minta dihalalkan hal itu. Allah semata tempat meminta tolong. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya