JAKARTA - Rocker dapat hidayah dan berhijrah meninggalkan hingar bingar musik cadas. Dari catatan Okezone, ada yang sudah meninggal dunia, ada juga yang masih hidup dan aktif berdakwah. Siapa saja mereka simak tulisan ini hingga tuntas.
1. Gito Rollies
Gito Rollies atau bernama asli Bangun Sugito dikenal sebagai rocker bersuara khas ini lahir di Biak pada 1 November 1947.
Pada 1967, Gito diajak bergabung dengan The Rollies, band yang dibentuk oleh bassist Deddy Stanzah, drummer Iwan Iskandar, dan gitaris Tengku Zulian Iskandar. Sejak itu, nama Rollies melekat pada nama belakang Gito.
Hingar bingar musik dan penyalagunaan obat terlarang sempat dirasakan dan pada titik tertentu Gito menghentikan kebiasaan buruk itu.
Pada 1983 Gito menikah dengan perempuan keturunan Belanda, Michelle Van der Rest. Namun saat itu masih belum lepas dari narkotika.

Uang dan popularitas semakin mengakrabi Gito setelah pindah ke Jakarta. Ia cukup lama menjadi pemakai.
Pada sekitar akhir 1997, Gito memutuskan untuk meninggalkan narkotika. Saat itu, sehari sebelum Gito berulang tahun ke 50, Gito berjanji setelah usia menginjak 50, akan berhenti memakai segala jenis narkoba.
Gito hijrah dan mendalami ilmu agama. Bahkan rutin mengikuti kajian Islam. Tak sampai disitu, Gito bahkan mengisi kajian.
Gito wafat di Jakarta pada 28 Februari 2008 setelah melawan sekuat tenaga penyakit kanker getah bening yang diidapnya sejak 2005.
2. Hari Moekti
Hari Moekti lahir di Cimahi pada 25 Maret 1959 terlahir dari seorang ayah anggota TNI AD. Rocker yang antraktif di panggung saat konser hingga dia dikenal dengan sebutan kutu loncat.
Hari Moekti atau bernama asli Hariadi Wibowo ini mengawali kariernya dimusik pada 1988. Nama Hari Moekti moncer di blantika musik cadas pada era tahun 1980 hingga 1990-an.
Bahkan dia menjadi trendsetter fashion anak muda zaman itu. Celana jeans yang sobek-sobek yang biasa dipakainya ditiru oleh anak-anak muda masa itu.

Hari Moekti bisa juga dibilang jadi salah satu rocker yang punya jadwal manggung paling padat. Tentunya dengan tarif yang gila-gilaan untuk menampilkan sosok Hari Moekti.
Namun kekayaaan dan keteneran yang didapatkan tak membawanya bahagia, semu. Hari pun bertekad hijrah dan menekuni ilmu agama Islam hingga dia wafat pada Minggu, 24 Juni 2018 malam.