Banjir Hebat Zaman Nabi Nuh Dikupas Dalam Al-Qur'an Juga Buku Sains Populer

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 330 2366231 banjir-hebat-zaman-nabi-nuh-dikupas-dalam-al-qur-an-juga-buku-sains-populer-c3KDoTkyu3.jpg Ilustrasi kisah Nabi Nuh dan banjir besar. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA – Banjir zaman Nabi Nabi Nuh juga pernah terjadi. Kisah banjir ini dialami oleh Nabi Nuh yang sebelumnya diperingati Allah Subhanallahu wa ta’ala untuk meninggalkan daerah tempat tinggalnya.

Allah memberi azab kepada kaum yang tidak patuh dengan perintah-Nya di dalam daerah itu. Banjir yang melanda itu merupakan fenomena bencana alam yang secara harfiah adalah ancaman atau peringatan bagi manusia karena ulah mereka .

Dalam Islam, banjir sudah memiliki kisah yang disebutkan dalam ayat-ayat di Al-Qur’an. Dalam buku “Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an”, oleh Nadiah Thayyarah, Senin (22/2/2021) disebutkan, kisah banjir pada zaman Nabi Nuh dan kaumnya beserta pengetahuan arkeolog dalam penemuan benda bersejarah peninggalan banjir pada masa itu.

Baca Juga: Sir Leonard Woolley Buktikan Banjir Besar di Masa Nabi Nuh Memang Terjadi

Ayat-ayat Al-Quran menyebutkan adanya bencana banjir sebagai balasan yang secara khusus Allah timpakan kepada kaum Nabi Nuh as dalam firman-Nya,"(Telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan para rasul, Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Kami pun telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih." (Al-Furqan: 37).

Ayat-ayat Al-Quran yang lain pun secara terperinci menggambarkan situasi penumpang bahtera Nuh as dan bagaimana dia mematuhi perintah Allah dalam firman-Nya:

Baca Juga: Kapal Nabi Nuh Ditemukan Tepat Seperti Digambarkan di Alquran

"... hingga apabila perintah Kami datang dan dapur (perut bumi) telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing- masing binatang sepasang-sepasang jantan dan betina) dan keluargamu, kecuali orang yang telah ditetapkan suatu keputusan untuk mereka, dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman,' dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (QS. Hud:40). Ayat-ayat berikutnya, yaitu ayat 41-49 dari Surah Hud dan ayat 30-33 Surah Al-Mu'minun mengandung kisah kejadian banjir besar dan menyebutkan Gunung Judiy, yaitu puncak Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Sesungguhnya kandungan ayat-ayat Al-Quran tersebut selaras dengan ilmu-ilmu sejarah dan fakta-fakta arkeologis modern. Hal itu terlepas dari kemungkinan untuk disanggah dan sudah pasti berbeda dari pengetahuan manusia pada saat Al-Quran itu turun.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal tersebut ditegaskan pula oleh seorang ilmuwan, Sir Leonard Woolley, pimpinan forum arkeolog yang dihadiri oleh delegasi British Museum dan delegasi Pennsylvania University dalam upaya penggalian arkeologis di Tell el-Obeid, utara kota Ur di Irak. Melalui penggalian itu, ditemukan sejumlah lapisan yang sangat dalam. Dan di sana tertanam banyak bejana dan patung-patung yang sangat berharga serta bagian-bagian tanah kering yang ter-pahat padanya bekas-bekas batang bambu.

Melalui pemeriksaan mikroskopis terhadap sejumlah lapisan tanah, Sir Leonard membuktikan ternyata tanah tersebut mengandung materi yang tersapu air pada suatu masa dari bagian tengah sungai Eufrat dalam kejadian banjir besar setinggi tak kurang dari 25 kaki.

Pendapat sang ahli menegaskan bahwa banjir tersebut tidak terjadi secara global, tapi memang skalanya sangat besar hingga menjangkau lembah Tigris dan sungai Eufrat. Banjir itu bahkan menenggelamkan daerah-daerah sekitar gunung di belahan timur dan perbukitan padang pasir di sebelah baratnya, yang merupakan kawasan yang paling banyak dihuni manusia pada masa itu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya