Ketika Di-Bully di Medsos dan Dunia Nyata, Ini Nasihat Ustaz Raenul Bahraen

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 04:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 614 2366392 ketika-di-bully-di-medsos-dan-dunia-nyata-ini-nasihat-ustaz-raenul-bahraen-hhUoSd5mCe.jpg bersabar dan jangan melayani saat orang mem-bully dirimu di medsos atau dunia nyata. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA - Di-Bully di medsos atau dunia nyata bagaimana sikap seorang Muslim. Bagi seorang Muslim saat menghadapi situasi itu maka harus tetap tenang.

Tetap tenang dan jangan terpancing umpatan narasi menjadi hal yang penting dilakukan. Ustaz dr. Raenul Bahraen pun memberikan sejumlah tips bagaimana bila mengahadapi situasi seperti itu. Dikutip dari akun Isntagramnya pada Selasa (23/2/2021) disebutkan sebagai berikut:

1. Jangan terpengaruh dengan caciannya, tidak perlu dihiraukan dan tetap tenang

Baca Juga: Dua Kebahagiaan Diraih Orang Berpuasa Ramadhan

Hanya orang yang bodoh saja yang mengeluarkan kata-kata kasar. Karena terkadang kata-kata kasar itu sebenarnya untuk menutupi kebodohannya dan untuk menutupi bahwa ia kalah dalam berdiskusi.

Ya benar juga, “Anjing mengonggong kafilah berlalu”

Ibnul Qayyim berkata:

“Adapun jika ada orang yang bodoh lagi pembebek, maka janganlah anda dilelahkan karenanya dan terpengaruh oleh caciannya, tuduhan kafir dan vonis sesat darinya. Karena sesungguhnya dia seperti gonggongan anjing.”

Baca Juga:  Tiru Teladan Nabi Muhammad SAW, Masjid di Paris Tampung Tunawisma dan Non-Muslim

"Hapus komentarnya di sosmed anda. Hanya merusak pemandangan saja, terlebih-lebih dia juga tidak kita kenal," ujarnya.

2. Tidak perlu dilayani caci-maki dan debatnya, segera tinggalkan saja

Kata-kata yang kasar dan caci-maki sudah menunjukkan bahwa niatnya tidak baik, bukan mencari kebenaran dengan berdiskusi. Hanya mencari “masalah” saja.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Sebaiknya diam dan tidak membalas caci-makinya

Sebenarnya boleh saja membalas dalam bentuk “qishas” akan tetapi terkadang membalas bisa melampui dari balasannya. Jika membalas juga, kata dia, maka apa bedanya kita dan dia yaitu sama-sama mencela dan sama-sama mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas

4. Jika menjawab dan meladeni maka ia akan semakin senang, sebaliknya jika tidak kita pedulikan maka ia akan sakit hati sendiri

Karena jika kita menanggapi, caci-makinya menjadi berharga dan bernilai. Jangan ditanggapi, hapus saja komentar yang kasar tersebut.

5. Tetap tenang karena pahala anda mengalir terus kepada anda karena caci-makinya

6. Penonton akan tahu siapa yang menang, siapa yang tenang dan siapa yang cerdas. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya