Doa I'tidal Bagaian yang Harus Diucapkan dalam Sholat

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 330 2370041 doa-i-tidal-bagaian-yang-harus-diucapkan-dalam-sholat-MLgPIilHRa.jpg Bacaan doa i'tidal dibaca dalam sholat saat bangkit dari ruku dan mengangkat kedua tangan. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Doa i'tidal adalah bacaan dalam sholat saat gerakan bangkit dari ruku. Bacaan diucapkan saat mengangkat kepala, bangkit dari ruku sembari mengangkat kedua tangan.

Ketika bangkit sambil mengucapkan “sami’allahu liman hamidah”. Ini berlaku bagi imam atau orang yang sholat sendirian.

Baca Juga: Doa Bagi yang Sakit, Memohon Kesembuhan Tanpa Rasa Menyakitkan

Sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik disebutkan:

وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

“Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika ia mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah (artinya: Allah mendengar pujian dari orang yang memuji-Nya) ‘, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamdu (artinya: Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji)’.” (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411)

Baca Juga: Bacaan Doa Bercermin, Agar Fisik dan Ahlak Disempurnakan

Setiap orang mengucapkan “robbana wa lakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih, mil-assamaa-i, wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du”.

Ucapan robbana wa lakal hamdu, bisa dipilih dari empat bacaan:

1.Allahumma robbanaa lakal hamdu. (HR. Muslim no. 404)

2. Allahumma robbanaa wa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 795)

3. Robbanaa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 722 dan Muslim no. 477)

4.Robbanaa wa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411).

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dalam laman Rumasyo dikutip pada Senin (1/3/2021) menyebutkan, namun bacaan yang lebih lengkap ketika i’tidal yakni:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Allahumma robbanaa lakal hamdu mil-assamawaati wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du, ahlats tsanaa-i wal majdi, laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya lima mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu (artinya: Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan yang layak dipuji dan diagungkan. Tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang memiliinya, hanyalah dari-Mu kekayaan itu)” (HR. Muslim no. 471).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Keutamaan membaca robbana wa lakal hamdu disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, 

إِذَا قَالَ الإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ . فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Jika imam mengucapkan sami’allahu liman hamidah, maka hendaklah kalian mengucapkan ‘robbana wa lakal hamdu’. Karena siapa saja yang ucapannya tadi berbarengan dengan ucapan malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan dihapus.” (HR. Bukhari no. 796 dan Muslim no. 409).

Begitu pula bagi yang mengucapkan, 

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

“Robbana walakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih (artinya: wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji, aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah).” Disebutkan dalam hadits Rifa’ah bin Rofi’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bagi orang yang mengucapkan semacam itu, 

رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ

“Aku melihat ada 30-an malaikat, berlomba-lomba siapakah di antara mereka yang lebih duluan mencatat amalannya.” (HR. Bukhari no. 799)

Masih ada bahasan yang berkaitan dengan postingan kali ini yang mesti diangkat yaitu di manakah posisi tangan saat i’tidal, apakah sedekap ataukah tangan diluruskan. Lalu juga akan dibahas posisi turun sujud, apakah tangan duluan atau lutut. Semoga Allah mudahkan. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya