Muhammadiyah Ungkap Kesenjangan Potensi Zakat Masih Terjadi

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 614 2370069 muhammadiyah-ungkap-kesenjangan-potensi-zakat-masih-terjadi-qoqKCKYIbk.jpg Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto:Muhammadiyah)

JAKARTA - Pontensi zakat dengan raihan yang diperoleh kerap terjadi kesenjangan. Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir pun menilai, kesenjangan terjadi bukan hanya dalam zakat dan sedekah, namun dalam banyak aspek.

“Bahkan dalam perilaku sehari-hari dalam beragama juga terjadi. Kadang lisan baik tidak terwujud dalam hal nyata,” Haedar Nashir dalam kajian webinar bertema “Public Expose Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah dan Strategi Edukasi Zakat di Persyarikatan”, dikutip pada Senin (1/3/2021).

Baca Juga: Apa Pengertian Istilah Ulama, Begini Kata Muhammadiyah

Haedar Nasir menjelaskan mengapa terjadi gap yang cukup besar antara potensi dan realisasinya? Berdasarkan penelitian Bank Indonesia tahun 2018, selain faktor internal, eksternal dan sistem pengelolaan zakat, salah satu faktor penyebab belum optimalnya penghimpunan zakat di Indonesia, yaitu rendahnya pemahaman atau literasi masyarakat mengenai zakat itu sendiri (Ascarya: 2018).

Selain itu, umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia secara keseluruhan, belum mampu menunjukkan kesejalanan antara kuantitas dan kualitas.

Baca Juga: Ketua PP Muhammadiyah Minta Jangan Dikotomis Antara Ilmu Agama dan Umum

“Dalam bidang muamalah, misalnya, kuantitas umat Islam tak selalu berbanding lurus dengan kualitas. Umat Islam saat itu seperti piramida terbalik. Artinya, secara ekonomi masih dalam kelas menengah ke bawah. Ketika bicara 100 orang kaya, yang kaya itu, dari kaum muslim tak lebih dari 10 orang. Kalau bicara 100 orang miskin, Inshaa Allah, yang 90 orang itu orang Islam. Mengapa begitu? Karena ketika mengumpulkan dana tidak bisa dan belum bisa mencerminkan jumlah kuantitas umat Islam,” kata Haedar mengutip ucapan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan itu Ketua Lazismu Pusat Hilman Latief mengungkapkan bahwa peran Lazismu sangat strategis dan dapat mengembangkan proyeksi ZIS ke depan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Walau masih ada kendala penghimpunan dana zakat di masyarakat, namun literasi zakat warga Muhammadiyah terbilang tinggi dan cukup. Bahkan di beberapa tempat tinggi. Tinggal menyelesaikan PR-PR lain, seperti ada gap yang harus diselesaikan,” katanya.

Maka, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pengukuran tingkat pemahaman zakat warga Muhammadiyah kepada 2.199 responden di 34 provinsi yang tersebar secara proporsional berdasarkan database keanggotaan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya