Apa Pengertian Istilah Ulama, Begini Kata Muhammadiyah

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 330 2369073 apa-pengertian-istilah-ulama-begini-kata-muhammadiyah-ehnu1WAJ75.jpg Organisasi Islam Muhammadiyah. (Foto:Okezone)

JAKARTA - Istilah ulama sudah tidak asing di telinga kaum Muslimin, terutama di Indonesia. Namun bagaimana sebenarnya defini ulama yang benar.

Definisi umum tentang ulama tersemat dalam ayat ke-28 Surat Fathir. Ketika ayat tersebut ditanzilkan Allah Ta'ala belum ada pengertian yang baku tentang sosok ulama sebagaimana yang dipahami dengan konsep kebudayaan saat ini.

Catatan yang paling utama terkait definisi ulama dalam ayat tersebut adalah keterkaitan antara ilmu pengetahuan dengan ketakwaan atau rasa takut kepada Allah.

Baca Juga: Ketua PP Muhammadiyah Minta Jangan Dikotomis Antara Ilmu Agama dan Umum

Karena tidak ada batasan spesifik, berbagai organisasi dan kelompok Islam memiliki definisi masing-masing tentang kriteria ulama, termasuk Muhammadiyah.

Ketua Divisi Kaderisasi Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ghofar Ismail menjelaskan, bagi Muhammadiyah memahami ulama harus berkaitan dengan aspek fungsional sebagaimana berangkat dari surat ayat ke-122 Surat At Taubah.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Hamka Muda dan Muhammadiyah di Swiss van Java

Ayat itu berisi tentang anjuran Allah agar setiap golongan di tubuh umat Islam pergi memperdalam ilmu pengetahuan dan kembali mendidik masyarakat setelah menguasainya.

“Maka Kiai Dahlan dalam pernyataannya menyatakan, ‘pergilah kamu jadi apa saja, jadi insinyur, jadi apapun, lalu kembalilah pada Muhammadiyah,’ itu adalah spirit At Taubah ini,” ungkapnya.

Dalam dialog Al Fahmu Insitute, dikutip dari laman Muhammadiyah pada Sabtu (27/2/2021) Ghofar Ismail menjelaskan bahwa Muhammadiyah memandang seorang ulama harus memiliki tiga misi utama.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pertama, membimbing umat Islam menjadi khoiru ummah atau umat terbaik. Kedua, menjadikan umat Islam sebagai teladan hidup yang moderat, dan ketiga, menjadi saksi atas umat manusia dengan upaya nyata menghadirkan keunggulan.

Tak kalah penting, Ghofar Ismail juga menekankan bahwa Muhammadiyah memandang ulama harus menguasai disiplin ilmu pokok agama (ushuluddin), ilmu alat dan percabangannya. Selain itu ulama juga harus memiliki kesalehan, akhlak dan tidak ekslusif.

“Memiliki keterlibatan di tengah masyarakat, tidak menara gading. Terakhir, ketika terjun di masyarakat mereka harus memahami Manhaj Gerakan Tarjih dan Gerakan Muhammadiyah,” imbuhnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya