Pengelolaannya pun diharapkan bisa dilakukan oleh akademisi. “Kami dekatkan dengan kampus, karena kami berharap yang mengelola pihak akademisi. Bisa di Kentingan, dekat UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo,” ungkap Gibran yang turut meninjau lokasi pembangunan masjid.
Meski demikian, sejauh ini dia belum mengetahui apakah pembangunan masjid dan pusat kegiatan Islam akan dilakukan secara bersamaan atau di waktu yang berbeda. "Ini masjid dulu, kalau bisa paralel ya lebih baik," katanya.
(Vitrianda Hilba Siregar)