Puasa Ramadhan 2021, Muhammadiyah: Sholat Tarawih dan Fardu di Rumah Bila Ada Penularan Covid-19

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 614 2378016 puasa-ramadhan-2021-muhammadiyah-sholat-tarawih-dan-fardu-di-rumah-bila-ada-penularan-covid-19-2yKyScrr4Q.jpg Organisasi Islam Muhammadiyah. (Foto:Okezone)

JAKARTA - Jelang Puasa Ramadhan 2021, Muhammadiyah menyampaikan tuntunan ibadah selama bulan Ramadan di masa pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan dengan ketat di saat bulan suci Ramadhan. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar dalam keterangannya diterima Okezone Senin (15/3/2021) mengatakan, meskipun di awal Maret terjadi penurunan jumlah orang terpapar Covid, namun penurunan jumlah terpapar Covid-19 pada bulan Maret bukanlah suatu yang berarti.

"Jadi penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan dengan ketat," kata dia.

Ramadhan 1442 Hijriah yang nanti akan dilewati, kata dia, tidak jauh beda dengan Ramadan 1441 Hijriah, tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Buya Hamka Sosok yang Kritis Namun Juga Tak Segan Berdamai

Nah pada konteks dan dasar itulah Majelis Tarjih PP Muhammadiyah mengemukakan beberapa hal.

1. Puasa ramadan tetap wajib dilakukan kecuali bagi yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang yang terkonfirmasi positif Covid, baik yang bergejala maupun tidak termasuk dalam kelompok yang sakit ini.

Bagi kaum Muslimin mendapat rukhsah meninggalkan puasa Ramadan dan wajib menggantinya di hari yang lain sesuai dengan tuntunan Alquran kalau memang diperlukan mereka tidak berpuasa agar kondisi tubuh tetap fit.

2. Lalu, untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas. Tuntunan ini sesuai dengan Surat Al Baqarah ayat 195, ayat tersebut menunjukkan larangan menjatuhkan diri pada kebinasaan

Pada hal ini ada azas memudahkan, dan tidak menimbulkan mudharat. Tuntunan adalah memedomani apa yang telah dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW.

3. Kemudian bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan Covid -19, sholat berjamaah fardu dan tarawih supaya dilakukan di rumah masing-masing.

Baca Juga: Viral Gunung Emas Kongo, Tanda-Tanda Kiamat?

“Hujan saja diberi ruksha apa lagi dalam kondisi sekarang di mana kita meskipun sedang dalam proses vaksinasi, tidak harus kita lalai dan lengah. Protokol kesehatan harus tetap dijaga,” tuturnya.

Sementara pada ibadah salat di bulan Ramadaan 1442 Hijriah, dia tetap menyarankan supaya shaf jamaah salah dilakukan dengan berjarak. Serta pintu dan ventilasi udara yang masuk dan keluar masjid supaya dibuka saat berjamaah, termasuk juga membatasi jumlah jamaah dari kapasitas yang disediakan oleh masjid.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Kegiatan bersama di masjid atau mushola yang melibatkan banyak orang dan didalamnya terdapat perilaku yang berpotensi penyebab penyebaran virus corona, seperti makan bersama tidak dianjurkan,” tegasnya.

4. Sementara untuk salat Idul Fitri dapat dilakukan di lapangan kecil atau tempat terbuka di sekitar tempat tinggal dalam jumlah yang tidak membawa kerumunan besar, dengan beberapa protokol yang harus diperhatikan. Tuntunan ini telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah sebelum Ramadhan 1441 tahun lalu.

Hal ini sebagai upaya mewujudkan kemaslahatan dan kemaslahatan itu sendiri merupakan maqasidu syariah (suatu yang menjadi tujuan syariah).

"Jadi syariah itu diturukan oleh Allah SWT bukan untuk mensukar-sukar manusia. Allah dalam agama itu tidak menginginkan menyempitkan manusia, tetapi adalah mewujudkan maslahah," sebutnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya