Bulan Sya'ban, Jembatan Antara Rajab dengan Ramadhan: Perbanyak Puasa Sunah dan Baca Al-Qur'an

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 330 2378514 bulan-sya-ban-jembatan-antara-rajab-dengan-ramadhan-perbanyak-puasa-sunah-dan-baca-al-qur-an-86bhAKPVGX.jpg Bulan Sya'ban. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Keutamaan Bulan Sya'ban tentu ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Di Bulan yang menjembatani antara Bulan Rajab dan Bulan Ramadhan ini banyak amalan sunah yang perlu diperbanyak.

Apa saja amalan sunah yang diperbanyak, Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal pun memberikan penjelasannya.

Bulan Sya'ban adalah bulan yang mulia, namun justru sayangnya banyak orang yang melalaikannya. Maka sepatutnya memanfaatkan bulan Sya'ban sebaik mungkin dengan amal saleh.

Baca Juga: 30 Hari Menjelang Puasa Ramadhan 2021, Segera Bayar Utang Puasa

Adapun amalan yang bisa dilakukan sesuai Sunah Rasulullah SAW:

1. persiapan menyambut Ramadhan.

Persiapan paling utama adalah ilmu diin, pengetahuan terkait amaliyah di bulan Ramadhan.

Sebagian orang ada yang cuma tahu Ramadhan adalah saatnya puasa, yang dilakukan adalah menahan lapar dari terbit fajar Subuh sampai tenggelam matahari, cuma itu saja yang dia tahu. Saatnya sahur, berarti makan sahur, saatnya berbuka, pokoknya berbuka. Bertahun-tahun hanya diketahui seputar hal itu saja. Sampai-sampai ia hanya puasa namun tidak menjalankan shalat sama sekali di bulan Ramadhan.

"Selain puasa dari sisi rukun seperti tadi yang kita jalankan, ada juga amalan sunnah terkait puasa seperti mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka puasa. Juga ada amalan sholat tarawih, membaca Al-Qur'an, sedekah, dan hal lainnya," ujarnya dikutip dari Laman Rumasyo pada Selasa (16/3/2021).

2. Perbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban

Baca Juga: Sesama Manusia Dilarang Menghisab Dosa Orang Lain

Kata Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya'ban.” (HR. Bukhari, no. 1969 dan Muslim, no. 1156).

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah dalam Lathaif Al-Ma’arif mengatakan, “Di antara rahasia kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Sya'ban karena puasa Sya'ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib).

Sebagaimana sholat rawatib adalah sholat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi sholat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya'ban. Karena puasa di bulan Sya'ban sangat dekat dengan puasa Ramadan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan.”

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Membayar utang puasa sebelum masuk bulan Ramadhan

Kata Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya'ban.” (HR. Bukhari, no. 1950 dan Muslim, no. 1146).

4. Perbanyak membaca Al-Quran sejak bulan Sya'ban untuk lebih menyemangati membacanya di bulan Ramadhan.

Salamah bin Kahiil berkata:

“Dahulu bulan Sya'ban disebut pula dengan bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur'an).”

5. Jauhi amalan yang tidak ada tuntunan di bulan Sya'ban atau menjelang Ramadan seperti:

A. Mengkhususkan bulan Sya'ban untuk kirim doa pada leluhur.

B. Mengkhususkan ziarah kubur pada bulan Sya'ban sebelum masuk Ramadan.

C.Padusan atau keramasan sebelum masuk Ramadhan. Ini juga tidak perlu dilakukan karena tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam harus mandi besar sebelum masuk Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya