Sidang Isbat Memberi Kepastian Kapan Masuknya Bulan Ramadhan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 614 2392619 sidang-isbat-memberi-kepastian-kapan-masuknya-bulan-ramadhan-W52ftTWPbZ.jpg Puasa Ramadhan 2021. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Sidang isbat akan digelar Kementerian Agama pada Senin 12 April 2021 untuk menetapkan masuknya bulan Ramadhan. Namun apa sebenarnya pengertian sidang isbat itu?

Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sirril Wafa mengatakan bahwa sidang isbat merupakan kegiatan yang dilakukan pemerintah atau ahli-ahli falakiyah hingga astronomi untuk menetapkan awal bulan berkaitan dengan ibadah.

"Seperti awal Ramadhan, Syawal, dan Zhulhijjah guna memberi kepastian kapan jatuhnya awal puasa Ramadhan, dan kapan berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha, kepada rakyat khususnya yang beragama Islam," jelasnya kepada Okezone dalam pesannya.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Niat Puasa Ramadhan, Jika Abai Bisa Tidak Sah

Selain itu, sidang isbat juga berfungsi agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah sesuai waktunya. "Seperti yang dijelaskan tadi yaitu memberi kepastian akan jatuhnya puasa Ramadhan, merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. Mengingat pada kalender yang beredar di masyarakat, boleh jadi bisa berbeda-beda karena beda pemahaman fikih yang dianut," ungkapnya.

Oleh karena itu, pentingnya sidang isbat khususnya dilakukan oleh pemerintah yakni untuk menengahi perbedaan, terutama dalam pandangan masing-masing fikih yang diikutinya.

Sementara urutan sidang diawali dengan seminar isbat, presentasi tunggal tentang citra bulan/hilal awal Ramadhan/Syawal/Zulhijjah.

Baca Juga: Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19, Saatnya Naik Kelas Jadi Manusia Mulia

"Serta argumen-argumen yang diperlukan untuk menjadi pertimbangan peserta sidang. Nantinya untuk memberi penguatan kepada Menteri Agama (Menag) dalam isbatnya," terangnya.

Adapun urutan dalam melakukan sidang isbat. Sesi pertama dimulai pukul 16.00 hingga jelang Magrib. Kemudian istirahat untuk Sholat Magrib (juga berbuka untuk isbat awal Syawal).

Setelah itu dilanjutkan sidang isbat dan dipimpin Menag dengan mempertimbangkan laporan hasil rukyatul hilal, yaitu dari berbagai daerah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Baik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang secara formal punya tupoksi untuk itu maupun yang dilakukan oleh masyarakat baik melalui ormas atau bisa juga perorangan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya