Ayo Maksimalkan Bulan Ramadhan dengan Menghindari 5 Hal Ini

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 14 April 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 330 2394272 ayo-maksimalkan-bulan-ramadhan-dengan-menghindari-5-hal-ini-Zl9Avr7SIE.jpg Ghibah membuat pahala dan nilai puasa menjadi rusak. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Memaksimalkan ibadah di bulan puasa Ramadhan, seluruh umat Islam memanfaatkan waktunya sebaik mungkin untuk mendapatkan pahala yang berlimpah.

Salah satu kegiatan itu adalah memperkaya ilmu agama dengan mendengarkan materi kultum Ramadhan. 

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي.

Artinya: "Setiap amalan yang dilakukan anak Adam akan dilipat gandakan, tindakan yang baik akan dilipatgadakan pahalanya hingga 700 kali lipat. Allah azza wajalla berfirman : Dengan syarat berpuasa yang dilakukan karena Aku (Allah) maka Aku akan memberinya pahala. Karena mereka meninggalkan keinginannya demi Aku." (HR. Muslim).

Baca Juga: 6 Hal yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW Saat Puasa Ramadhan

Puasa memang bermakna menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenam matahari (waktu magrib). Namun, perlu diperhatikan sabda Nabi Muhammad SAW, "Betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus". (HR. Ath-Thabrani).

Oleh karena itu, seorang muslim yang berpuasa mesti berhati-hati agar upayanya menahan diri sejak subuh hingga magrib tidak sia-sia. Secara umum, ia mesti mengendalikan hawa nafsu, lebih baik diam demi menghindari perkataan dan perbuatan yang sia-sia.

Diriwayatkan dari Anas Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu berbohong, menggunjing, mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat".

Baca Juga: Imsak Masih Bisa Makan dan Minum, Begini Hukumnya dalam Islam

1. Berdusta atau berbohong, menyampaikan informasi yg tidak berdasarkan fakta sesungguhnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra , Rasulullah SAW menekankan, "Siapa yg tidak meninggalkan perkataan dusta (tetapi justru) mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan (saat puasa)" (HR. Bukhari 1903).

2. Ghibah atau menggunjing perbuatan yang membicarakan keburukan orang lain. Nabi Muhammad SAW menegaskan, gibah ini adalah "kamu ceritakan hal tentang saudaramu, yang mana jika ia mendengar, maka ia tidak rela". Terkait hal ini ada sabda Rasulullah SAW bahwa,

"Bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak misik.” (HR. Bukhari no.1894). Riwayat tersebut dapat dimaknai lebih jauh, agar seseorang yg berpuasa hendakya mengontrol diri, atau lebih banyak diam. Karena ghibah yang berlebihan atau mengada-ada akan menjadi fitnah. Bahkan, tingkat kerusakannya akan lebih buruk, karena di dalamnya terdapat tuduhan-tuduhan palsu atau sangkaan yg salah. Seperti halnya gibah, fitnah juga merusak pahala puasa.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Mengadu domba menciptakan perselisihan atau pertikaian dua pihak yang awalnya sepaham atau rukun. Tindakan ini dalam tataran iseng atau sekadar kebiasaan saja sudah mengurangi pahala, apalagi jika tujuannya mencari keuntungan atau memanfaatkan situasi. Na'udzubillahi min dzalik

4. Memandang dengan syahwat.

Puasa digunakan untuk mengendalikan hawa nafsu. Oleh karena itu, akan disayangkan jika seseorang dalam situasi berpuasa, terus-menerus memandang sesuatu yang bisa membangkitkan hasrat walaupun suami istri.

Dari Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dalam kitab Hamisyi Al-Hawasyil Al-Madaniyyah (Syarah Bafadhal) memberikan rambu-rambu hal yg makruh dilakukan ketika berpuasa, yaitu terlalu asyik pada sesuatu yg sifatnya duniawi. Ketika syahwat timbul, maka bisa saja membatalkan pahala puasa.

5. Sumpah palsu.

Ini meliputi ucapan atau keterangan saksi yg isinya tidak benar atau tidak sesuai fakta. Sumpah palsu ini berbahaya karena menguntungkan sebuah pihak dan merugikan pihak lain. Selain itu sumpah palsu akan berujung pada menangnya kezaliman dan tertutupnya kebenaran.

Lima perbuatan yang disebutkan di atas sudah semestinya dihindari demi menjaga kekhusyuan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Semoga Allah berikan kita kesempatan dalam memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini. Barokallohu fiikum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya