Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelajaran dari Hadis Sebutkan Sebuah Kewajiban Memulai Puasa dan Berhari Raya Bersama Pemerintah

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Jum'at, 16 April 2021 |09:01 WIB
Pelajaran dari Hadis Sebutkan Sebuah Kewajiban Memulai Puasa dan Berhari Raya Bersama Pemerintah
Berpuasa dan Berhari Raya Idul Fitri bersama pemerintah. (Foto: Freepik)
A
A
A

Keempat: Bagaimana Apabila Ijtihad Pemerintah Salah dalam Menetapkan Awal Ramadhan atau Hari Raya?

Hadis yang mulia di atas juga menununjukkan bahwa penetapan waktu puasa dan hari raya diserahkan kepada ijtihad pemerintah dengan cara yang benar, yaitu melihat bulan atau menyempurnakan bulan.

Dan apabila pemerintah sudah berusaha untuk berijtihad dengan cara yang benar dan ternyata ijtihad mereka keliru maka tidak ada celaan atas mereka dan tidak perlu dipermasalahkan.

Al-Imam Al-Khottabi rahimahullah berkata, 

مَعْنَى الْحَدِيثِ أَنَّ الْخِطَابَ مَوْضُوعٌ عَلَى النَّاسِ فِيمَا سَبِيلُهُ الِاجْتِهَادُ فَلَوْ أَنَّ قَوْمًا اجْتَهَدُوا فَلَمْ يَرَوُا الْهِلَالَ إِلَّا بَعْدَ الثَّلَاثِينَ فَلَمْ يُفْطِرُوا حَتَّى اسْتَوْفَوُا الْعَدَدَ ثُمَّ ثَبَتَ عِنْدَهُمْ أَنَّ الشَّهْرَ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَإِنَّ صَوْمَهُمْ وَفِطْرَهُمْ مَاضٍ وَلَا عَتْبَ عَلَيْهِمْ

“Makna hadis ini bahwa penetapan awal puasa dan hari raya diserahkan kepada manusia (pemerintah) serta termasuk perkara yang ditetapkan melalui ijtihad. Andaikan satu kaum berijtihad, lalu mereka tidak melihat hilal kecuali setelah hari ke-30, lalu mereka tidak berbuka sampai menyempurnakan bulan menjadi 30 hari, kemudian ternyata di kemudian hari baru menjadi jelas bagi mereka bahwa bulan hanya 29 hari, maka puasa dan berbuka mereka telah berlalu (telah sah) dan tidak ada celaan atas mereka.” [Haasyiatus Sindi ‘ala Ibni Majah, 1/509-510]

Kelima: Hikmah Menaati Pemerintah dalam Penetapan Awal Ramadhan dan Hari Raya

Di antara hikmah besar apabila seluruh kaum muslimin mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadhan dan Hari Raya adalah mengokohkan persatuan kaum muslimin.

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, 

لا شك أن اجتماع المسلمين في الصوم والفطر أمر طيب ومحبوب للنفوس ومطلوب شرعا حيث أمكن

“Tidak diragukan lagi bahwa bersatunya kaum muslimin dalam puasa dan hari raya adalah perkara yang baik, dicintai oleh jiwa dan dituntut secara syari’at, apabila memungkinkan.” [Majmu Fatawa Ibni Baz, 15/74]

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement