Arti Takjil Ternyata Bukan Hidangan Buka Puasa, Begini Maksudnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 16 April 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 614 2395682 arti-takjil-ternyata-bukan-hidangan-buka-puasa-begini-maksudnya-EPzzvKLqhV.jpg Kurma hidangan pembuka puasa yang disunahkan. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Takjil bagi sebagian masyarakat umum diartikan sebagai hidangan pembuka puasa, namun ternyata itu salah kaprah yang selalu terjadi setiap bulan Ramadhan tiba.

Akhmad Danardi dari Artikel Pusat Buku Sunnah menjelaskan takjil artinya ternyata bukan hidangan buka puasa. Bagaimana penjelasannya tentang kosa kata takjil berikut ulasannya.

“Terima kasih kepada warga yang telah membawakan takjil pada hari ini.”

“Warga berburu takjil murah di pasar Ramadan.”

“Waspada takjil yang mengandung bahan berbahaya. Banyak beredar di pasaran.”

“Gratis takjil (di restoran ini).”

Terkadang kita mendengar kalimat kalimat di atas dalam bentuk pengumuman, imbauan, atau berita terkait dengan takjil.

Dikutip dari laman Nasihatsahabat disebutkan jika melihat konteks kalimat di atas, takjil adalah makanan untuk berbuka puasa. Karena semua media pemberitaan selalu menyebut makanan untuk berbuka adalah Takjil, maka seolah-olah kita semua sepakat menyebut, bahwa Takjil adalah hidangan atau panganan untuk berbuka puasa.

Baca Juga: Waspadai Setan Khinzib, Tugasnya Bikin Orang Sholat Gagal Fokus

Memang sebagian dari kita masih mengartikan takjil sebagai makanan atau hidangan untuk berbuka puasa, padahal itu salah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata takjil (ta’jil) berarti memercepat (dalam berbuka puasa). Hal ini sesuai dengan akar katanya dalam bahasa Arab, yakni ‘ajila atau menyegerakan.

Berikut uraiannya:

Kata takjil / ta’jil artinya adalah bersegera, Diambil dari hadis Nabi Muhammad  SAW. Rasulullah SAW bersabda: 

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

La yazalunn asu bikhairin ma ‘ajjaluuhul fithro.

Baca Juga: Membaca Al-Quran Menjadi Penolong di Akhirat hingga Medan Magnet Pahala

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” [HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098]

Makna takjil menurut ilmu bahasa Arab ialah “penyegeraan, bersegera, percepatan.” Sebuah kata dasar dari ajjala, yu’ajjilu artinya menyegerakan, memercepat.

Ta’jilul fitri = menyegerakan berbuka (puasa). Terlihat di sini, bahwa makna takjil tidak ada hubungannya sama sekali dengan makanan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di sini pengertian takjil  dengan jelas ditulis adalah “mempercepat ”. Dalam hal ini adalah memercepat berbuka saat tiba waktunya.

Jadi makna sebenarnya dari takjil adalah menyegerakan untuk berbuka puasa. Jadi Takjil  itu artinya bukan  makanan atau hidangan untuk berbuka puasa.

Kesimpulannya:

Jika ada pernyataan “Orang Arab bertakjil dengan kurma” maka pengertian yang benar ialah mereka menyegerakan berbuka puasa dengan memakan kurma. Dan BUKAN makanan berbuka puasa mereka adalah kurma. [Kamus Almunjid 619, Al-Munawwir hal 1.063]

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya