Ramadhan di Italia Pesan Islam Tetap Menyebar Melalui Internet

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 19 April 2021 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 614 2396797 ramadhan-di-italia-pesan-islam-tetap-menyebar-melalui-internet-duPWWKtMRf.jpg Umat Muslim di Italia. (Foto: Ilustrasi/SINDOnews)

ROMA - Bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19 untuk kedua kalinya di Italia membuat sekitar 2,5 juta umat Muslim di sana mengisi bulan suci di bawah pembatasan untuk membatasi penyebaran virus.

Hingga kini, Italia masih menerapkan jam malam, larangan berkumpul dalam jumlah besar, dan pembatasan lainnya. Langkah ini diambil untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Persatuan Komunitas Islam di Italia (Ucooi) telah menginstruksikan masjid dan tempat ibadah di negara itu untuk memastikan bahwa semua aturan terkait virus Corona, sepenuhnya harus dihormati.

Baca Juga: Waspadai Setan Khinzib, Tugasnya Bikin Orang Sholat Gagal Fokus

“Kami mengimbau untuk menghindari keramaian di pintu masuk dan keluar tempat ibadah, menyediakan masker dan gel desinfektan kepada umat, serta tidak membawa anak-anak. Kami juga meminta semua orang untuk membawa sajadah mereka sendiri,” kata Presiden Ucooi, Yassine Lafram.

“Kami akan sangat merindukan dimensi sosial Ramadhan, karena tidak akan ada kunjungan ke keluarga dan khotbah serta pelajaran hanya akan berlangsung secara online. Kami telah beradaptasi dengan situasi saat ini," sambungnya, seperti dilansir Arab News.

Namun, beberapa Muslim mengatakan, Ramadhan tahun ini akan dirayakan lebih baik daripada tahun 2020, ketika semua tempat ibadah ditutup karena penguncian nasional.

Baca Juga: Jozeph Paul Zhang Mengaku Nabi Ke-26, Surat Al-Ahzab Tegaskan Muhammad SAW Nabi Terakhir

“Setidaknya tahun ini kami bisa pergi ke masjid untuk sholat, tentunya dengan segala kewaspadaan yang mungkin agar tidak mengambil resiko. Itu langkah maju yang cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu, ketika kami tidak dapat meninggalkan rumah kami,” kata Sana El-Gosairi.

"Kami akan sangat berhati-hati. Kami tidak dapat mengambil resiko apa pun sekarang, karena kami dapat melihat cahaya di ujung terowongan dengan vaksin," sambungnya.

El-Gosairi menuturkan, dia akan menghabiskan Ramadhan tanpa orang tuanya, yang terjebak di Maroko karena larangan perjalanan yang diperpanjang negara itu hingga 21 Mei.

Hamid Zariate, seorang dokter dan imam di kota Biella, mengatakan, dia telah mengeluarkan imbauan kepada jamaahnya untuk menghindari keramaian.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Pesan Islam akan tetap bisa menyebar di antara kita melalui internet. Ini adalah peluang besar yang juga memungkinkan kami menjangkau banyak anak muda," katanya.

Sementara itu, Islamic Center di Brescia menuturkan, meski pembatasan ketat masih membayangi Ramadhan kali ini, tetapi situasinya masih jauh lebih baik dibanding tahun lalu dan itu patut disyukuri. 

"Kami tidak akan memiliki kenormalan yang lengkap, tetapi kami akan menjalaninya dengan spiritualitas yang lebih sadar," ucapnya, sembari mengatakan bahwa paket makanan akan dikirimkan kepada mereka yang membutuhkan.

Banyak uskup Katolik di Italia sendiri telah mengirim pesan kepada komunitas Muslim untuk menandai dimulainya bulan suci.

Marco Prastaro, seorang uskup di Asti, mengungkapkan kepada umat Islam, persahabatan yang tulus dan kedekatan spiritual, dan harapan bahwa melalui praktik puasa, doa, dan sedekah yang tulus, setiap mukmin dapat menerima berkah yang melimpah dari Yang Tertinggi, terutama di masa-masa sulit pandemi. (Victor Maulana)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya