Lemang Modifikasi Pakai Daun Larek Diburu Warga untuk Hidangan Berbuka Puasa

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 614 2398155 lemang-modifikasi-pakai-daun-larek-diburu-warga-untuk-hidangan-berbuka-puasa-eu7u6QNMDB.jpg Lemak daun larek. (Foto: Era Nizma Wedya)

LUBUKLINGGAU - Lemang daun larek hidangan berbuka puasa diburu warga dalam beberapa hari ini. Biasanya lemang nasi menggunakan pembungkus daun pisang tapi dimodifikasi pakai daun larek dan hasilnya banyak diminati.

Ramadhan memang membawa berkah untuk setiap orang tidak terkecuali dengan Rusmini (50) yang sudah 11 tahun berjualan kuliner di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Pada bulan puasa ini, dia tidak menyangka bahwa lemang daun larek yang ia jual banyak peminatnya, karena biasanya para pembuat lemang membuatnya menggunakan daun pisang. Rusmini yang ditemui saat sedang membakar lemang daun larek ini mengatakan, awalnya ia membuat lemang ini dikarenakan suaminya suka sekali makan lemang.

Baca Juga: Gerakan Wakaf Uang Bisa Menjadi Cara Memakmurkan Rakyat

Lalu ia mendapat masukan dari salah seorang temannya, untuk mencoba membuat lemang menggunakan daun larek. Dan saat itu ia mulai mencoba membuat dan ternyata enak, namun baru mulai berjualan lemang ada pandemi Covid-19 sehingga memaksa usahanya ditutup.

"Awal sebelum Covid -19 sudah mulai diperkenalkan, namun belum sempat berjualan kita disuruh untuk tetap di rumah karena Covid-19 merebak, dan baru bulan puasa ini mulai berjualan. Alhamdulillah banyak peminatnya," kata Rusmini saat ditemui di lapaknya.

Dikatakan Rusmini daun larek ini memang enak dibuat untuk membungkus lemang , selain itu daun larek dipercaya berkhasiat melawan kolestrol, jadi aman untuk makan lemang. Penggunaan daun larek, juga membuat cara mengeluarkan ketan lemang dalam bambunya lebih praktis, cukup ditarik lemangnya tanpa harus membelah bambunya..

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Selain tidak membuat kolestrol, orang yang memiliki penyakit maag juga bisa menyantapnya, karena daun larek ini mampu menyerap minyak dan lemangnya lebih gurih," katanya.

Untuk satu lemang dengan panjang sekitar 30 cm dijual seharga Rp18 ribu. Dia juga menyediakan pendamping atau cocolan untuk menyantap lemang tersebut mulai dari srikaya, serundeng, rendang, sambal pedas, dan tapai ketan hitam, dengan harga yang bervariasi setiap menu tambahnnya. Bahkan lemang juga bisa disantap menggunakan soto dan sop.

Dalam sehari Rusmini mampu membakar lemang hingga tiga kali selama bulan puasa ini, untuk sekali bakar 70 batang lemang, sehingga total bisa habis 200 batang lemang sehari. Peminat juga mulai banyak tidak hanya dari Kota Lubuklinggau, tapi ada juga dari Empatlawang, dan Lahat.

"Untuk memperoleh daun larek sekarang memang lumayan sulit, karena harus ke daerah yang ada rawa-rawanya. Kalau untuk di Lubuklinggau itu di daerah Ulu Malus, bahkan ia sempat memperoleh daun larek ini dari daerah Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)," pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya