Peristiwa Tanggal 17 Ramadhan, Nuzulul Quran hingga Perang Badar

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 330 2402050 peristiwa-tanggal-17-ramadhan-nuzulul-quran-hingga-perang-badar-IKeBGu32rG.jpg Tanggal 17 Ramadhan banyak peristiwa penting bagi Umat Islam. (Foto: Freepik)

Kata Hafi, motif dari peristiwa tersebut adalah perbedaan teologi. Oleh Golongan Abdurrahman bin Muljam, Ali Bin Abi Tholib sudah dihukumi kafir. Hafi menjelaskan, racun yang dilumurkan ke pedang tersebut, didapat dari orang-orang Arab pada waktu itu. Namun setelah peristiwa itu, Sayydina Ali masih bisa bertahan selama dua hari akibat racun tersebut.

Bahkan, sempat mencari tabib hingga ke Mesir untuk mencari kesembuhan dari racun tersebut. Dan ternyata tabib dari Mesir itu tidak bisa menyembuhkan dan meminta kepada Ali bin Tholib untuk segera menuliskan wasiat.

"Salah satu riwayat menceritakan bahwa tabib tersebut meletakkan daging kambing di atas kepala Ali bin Tholib. Daging tersebut langsung menghitam saking ganasnya racun. Maka Tabib itu berpesan kepada Ali bin Abu Tholib untuk segera menulis wasiat karena melihat kondisinya yang seperti itu," katanya. Hingga Ali bin Abi Tholib meninggal dunia pada 19 Ramadan tahun 40 Hijriah.

Sementara, nasib Abdurrahamn bin Muljam ditangkap oleh orang muslim dan dipenjara. Pernah sempat akan dibunuh oleh para sahabat yang hadir pada waktu itu. Namun, oleh Ali bin Abi Tholib tidak diperbolehkan. Sang pembunuh harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Riwayat lain juga menyatakan, pernah suatu ketika saat Ali bin Abi Tholib sekarat, putra Hasan bin Abi Tholib membawakan segelas susu. Hal ini untuk menjaga kondisi agar Ali bin Abi Tholib tetap sehat.

"Ini yang membuat terenyuh. Ali bin Abi Tholib menolak susu tersebut dan disuruh memberikan kepada Abdurrahman bin Muljam yang saat itu berada dipenjara. Karena dia lebih membutuhkan," pungkasnya.

4. Penaklukan Byzantium Romawi Timur/Perang Amora

Dikutip dari buku "Risalah Al Mustarsydin Tuntunan bagi Para Pencari Petunjuk" sebagaimana mengutip dari Risalah fi as-Shaid wa Al-Khail yang berbentuk manuskirp di perpustakaan al-Makki, Mekkah, Amoria adalah kota besar yang sangat megah, termasuk wilayah kekuasaan Romawi Bizantium (kini di Turki).

Selain banyak memiliki bangunan dan tugu menjulang, Amoria adalah wilayah Romawi yang memiliki pertahanan dan angkatan bersenjata terkuat.

Alasan Khalifah Al Mu'tasin menginvasinya, seperti diceritakan sejarawan Ibnul Arsir, adalah berita yang sampai ke telinga Al Mu'tashim bahwa seorang wanita keturunan Bani Hasyim ditawan bangsa Romawi menjeritkan namanya, "Tolonglah, Al Mu'tashim".

Seketika itu juga, masih duduk di atas tempat tidurnya, Al Mu'tashim langsung berseru, "Kupenuhi Panggilanmu! Kupenuhi Panggilanmu!"

Dia langsung bangkit dan berseru di dalam Istana, "Cepat tiup terompet perang!" Kemudian dia melompat ke atas kudanya dan melesat keluar istana setelah membuat surat wasiat kematian.

Dia pun menghimpun pasukannya yang sudah siap di balai pertemuan. Al Mu'tashim bertanya, "Wilayah Romawi manakah yang paling kuat pertahanannya?"

"Amoria," jawab bala tentaranya.

Memang sejak Islam muncul, Amoria belum pernah terjamah oleh kekuatan manapun. Konon Amoria lebih megah dari Konstantinopel.

Pada 223 H, Al Mu'tashin dan pasukannya menginvasi Amoria dan meraih kemenangan, setelah sempat terhambat 55 hari dan melului pertempuran yang sengit. Semoga Allah SWT merahmatinya dan juga semua bala tentaranya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya