10 Anak Tangga Rohani Kaum Sufi, Cara Dekatkan Diri kepada Allah Ta'ala

Selasa 04 Mei 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 330 2405345 10-anak-tangga-rohani-kaum-sufi-cara-dekatkan-diri-kepada-allah-ta-ala-F71thhmkem.jpg Kajian kaum sufi. (Foto: Freepik)

Tangga Ruhani berikutnya adalah al-Uns (ramah). Artinya, “jinak”, nyaman dengan Allah. Menurut Oman, Al-Sinkili terkait hal ini mengutip al-Harawi dan menjelaskan bahwa al-uns adalah ruhnya taqarrub, dekat dengan-Nya. Ketaatan dan cinta yang melahirkan kedekatan, tidak dekat kalau tidak nyaman dengan segala perintah dan larangan-Nya.

Ketujuh, al-Dzikr (mengingat). Yakni, amaliah yang mendekatkan kepada al-Haq, upaya membersihkn diri dari lalai dan lupa. Dzikir bisa dilakukan secara zahir, samar (khafi), maupun hakiki. "Yang terakhir ini berarti selalu menghadirkan Allah dalam diri," jelasnya.

Tangga Ruhani kedelapan adalah al-Faqr (butuh). Ini dipahami sebagai akhlak sempurna yang mencerminkan capaian persinggahan tangga ruhani. Al-Faqr berarti hanya membutuhkan Allah semata. Orang fakir bukan yang tidak punya harta, melainkan yang bisa tetap “fakir” dalam kekayaannya.

"Kesembilan, al-Gina’ (kaya), milik sempurna, kaya hati, kaya jiwa, inilah hakikat kaya, bukan kaya harta. Seorang kaya adalah mereka yang merasa cukup dengan Allah dan tidak membutuhkan selain-Nya," tutur Oman.

"Al-Gina’ sangat terkait dengan al-Faqr. Kayanya seorang hamba, lain dengan Mahakaya Tuhan," sambungnya.

Terakhir atau tangga kesepuluh adalah al-Murad (yang dikehendaki). Yakni, yang terpilih diangkat derajatnya menjadi lebih tinggi. Nabi Saw dikehendaki menerima Quran, meski ia sendiri tidak pernah berharap (al-Qashash: 86). "Setiap murid/salik, tujuan akhirnya menjadi al-murad," tandasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya