JAKARTA - Rasa duka saat ini menyelimuti pasangan suami istri Atta Halilintar-Aurel Hermansyah. Disaat usia kandungan 5 pekan 3 hari, Aurel Hermansyah keguguran. Netizen pun mengingatkan keduanya bahwa penyakit ain itu ada. Apa sebenarnya penyakit ain itu dalam pandangan Islam? Apakah penyakit ain itu adalah hal yang nyata.
Kabar duka tersebut diungkapkan oleh Aurel dan Atta melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Atta dan Aurel mengunggah foto hasil USG yang menunjukkan tak ada lagi kantung kehamilan dalam perut wanita 22 tahun itu.
"Sampai jumpa di surga anakku :"( Doain papa mama ya," tulis Atta Halilintar pada unggahannya, Selasa (18/5/2021).
"Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. Selamat jalan anakku sayang.. doain mama & papa dr surga ya," tambah Aurel.
Baca Juga: Aurel Hermansyah Keguguran di Usia Kandungan 5 Pekan, Bagaimana Pandangan Al-Quran
Netizen yang mengetahui hal itu menuliskan ucapan bela sungkawa atas gugurnya janin Aurel. Tak hanya itu, beberapa netizen bahkan meminta agar pasangan ini menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran bahwa penyakit ain atau pandangan dengki dari seseorang itu nyata.
Ustaz dr Raehanul Bahraen menjelaskan penyakit ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/kagum, sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.
Baca Juga: Aurel Hermansyah Keguguran, Netizen: Introspeksi, Penyakit Ain Itu Nyata
Ibnul Atsir rahimahullah berkata:
“Dikatakan bahwa Fulan terkena Ain , yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit”.
Dikutip dari laman muslim or id pada Selasa (18/5/2021), sekilas hal ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya” .
Contoh kasus:
Foto anak yang lucu dan imut diposting di sosial media, kemudian bisa saja terkena ‘ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, nangis terus dan tidak berhenti, padahal sudah diperiksakan ke dokter dan tidak ada penyakit.
Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab penyakit.
Hal ini terjadi karena ada pandangan hasad kepada gambar itu atau pandangan takjub dan penting diketahui bahwa penyakit ‘ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya (ia takjub dan kagum).
Penyakit ‘ain bisa melalui gambar atau video. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan:
”Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung”.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan:
“Oleh karena itu, jelaslah bahwa penyebab ‘ain bisa jadi ketika melihat gambar seseorang atau melalui televisi, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian orang itu terkena ‘ain. Kita memohon keselamatan dan kesehatan kepada Allah.
(Vitrianda Hilba Siregar)