Wacana Sertifikasi Penceramah, Muhammadiyah Ambil Sikap Tak Asal Setuju

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 614 2419660 wacana-sertifikasi-penceramah-muhammadiyah-ambil-sikap-tak-asal-setuju-Ss2EHaIhYJ.jpg Sholat Jumat di Masjid Lautze, Jakarta Pusat. (Foto: Okezone/Dok)

JAKARTA – Wacana sertifikasi penceramah atau dai kembali lagi bergulir dan disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dengan alasan sertifikasi soal wawasan kebangsaan dan untuk memperkuat moderasi keberagamaan.

Menag juga menyebut akan menggandeng ormas Islam seperti PBNU dan Muhammadiyah, dalam memberikan bimbingan kepada para dai dan penceramah.

“Fasilitas pembinaan ini untuk meningkatkan kompetensi para dai dalam menjawab dan merespons isu-isu aktual dengan strategi metode dakwah yang menitikberatkan pada wawasan kebangsaan atau sejalan dengan slogan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air bagian dari iman),” tutur Yaqut dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, awal pekan ini.

Menanggapi wacana itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad tak asal setuju. Menurut Dadang, sertifikasi tersebut wajar jika hanya dilakukan kepada para dai yang berafiliasi dengan Kementerian Agama.

Baca Juga: Menteri Agama Sampaikan Rasa Simpati: Keputusan Pahit, Tapi Ini yang Terbaik

“Kalau sertifikasi ini untuk penceramah yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) atau penyuluh resmi di bawah pemerintah, silakan sertifikasi. Itu hak pemerintah,” kata Dadang, Rabu (2/6/2021).

Tetapi, jika sertifikasi dimaksudkan pada dai di luar status aparatur sipil negara (ASN), Dadang berpendapat lain.

“Tapi, kalau untuk yang lain, seperti penceramah dari ormas atau freelance, apa jangkauannya? Itu tidak ada hubungan kerja dengan Kemenag,” kata Dadang sebagaimana dikutip laman Muhammadiyah .

Akan tetapi, jika sertifikasi ini tetap dilakukan, Dadang berpesan agar pertanyaan yang diberikan berkualitas dan tidak bermasalah seperti pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini.

“Saya mempertanyakan konsekuensinya dari sertifikasi ini. Apa yang akan terjadi jika seseorang lulus atau tidak. Akan berdampak seperti apa kepada para penceramah atau dai ini,” ujar Dadang.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya