Ini 7 Tahap Pengembalian Biaya Perjalanan Haji untuk Jamaah Batal Berangkat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 614 2420106 ini-7-tahap-pengembalian-biaya-perjalanan-haji-untuk-jamaah-batal-berangkat-vLIRRvZEJF.jpg Ilustrasi jamaah haji Indonesia. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH Indonesia memutuskan kembali tidak memberangkatkan calon jamaah haji. Keputusan ini sebagaimana disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021.

Dalam KMA tersebut juga ditegaskan bahwa calon jamaah haji yang batal berangkat dapat menarik kembali setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang sudah dibayarkan.

Baca juga: AMPHURI Hormati Keputusan Pemerintah Tidak Berangkatkan Calon Jamaah Haji 

"Calon jamaah haji batal berangkat tahun ini dan sudah melunasi Bipih dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan," ungkap Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadan Harisman dalam keterangan yang diterima MNC Portal, Jumat (4/6/2021).

"Meski diambil setoran pelunasannya, jamaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 1443H/2022M," jelasnya.

Berdasarkan KMA tersebut, ada 7 tahapan pengembalian setoran pelunasan. Masing-masing adalah:

1. Jamaah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada kepala kankemenag kabupaten/kota tempat mendaftar haji dengan menyertakan syarat berikut: (a) Bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh bank penerima setoran (BPS) Bipih; (b) Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji dan memperlihatkan aslinya; (c) Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya; (d) Nomor telepon yang bisa dihubungi.

2. Permohonan jamaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh kepala seksi yang membidangi urusan penyelenggaraan haji dan umrah pada kankemenag kabupaten/kota. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, kasi haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat.

Baca juga: Tidak Ada Pemberangkatan, Calon Jamaah Haji Diajak Lebih Bersabar 

3. Kepala kankemenag kabupaten/kota mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.

4. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri menerima surat pengajuan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih dan melakukan konfirmasi pembatalan setoran pelunasan jamaah haji pada aplikasi Siskohat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

5. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri atas nama Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih secara tertulis kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) cq Badan Pelaksana BPKH.

6. BPS Bipih setelah menerima Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, segera melakukan transfer dana pengembalian setoran lunas Bipih ke rekening jamaah haji dan melakukan konfirmasi transfer pengembalian setoran pelunasan pada aplikasi Siskohat.

Baca juga: Ini Imbauan MUI untuk Calon Jamaah Haji yang Batal Berangkat ke Tanah Suci 

7. Jamaah menerima pengembalian setoran pelunasan melalui nomor rekening yang telah diajukan pada tahap pertama.

"Seluruh tahapan ini diperkirakan akan berlangsung selama 9 hari. Dua hari di kankemenag kabupaten/kota. Tiga hari di Ditjen PHU. Dua hari di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dan, dua hari proses transfer dari bank penerima setoran ke rekening jamaah," pungkas Ramadan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya