Surga dan Neraka Itu Tidak Jauh, Bahkan Lebih Dekat dari Tali Sandal

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 13 Juni 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 330 2424235 surga-dan-neraka-itu-tidak-jauh-bahkan-lebih-dekat-dari-tali-sandal-7FjhRdUdoE.jpg Sandal jepit. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Tahukah bahwa surga dan neraka itu sangat dekat dengan seseorang bahkan lebih dekat dibanding tali sandalnya. Nah dengan mengingat surga itu akan membangkitkan semangat untuk beramal saleh. Begitu juga mengingat neraka mendorong orang untuk bertobat dan berisitighfar.

Dalam sebuah hadits yang shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Surga itu lebih dekat dengan salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya. Demikian pula dengan neraka.” (HR. Al-Bukhari 6007)

Tentang hadits ini, Syaikh Dr Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhzohulloh dikutip pada Ahad (13/6/2021) dari pesan nasihatnya menjelaskan :

Baca Juga: Covid-19 Membawa Hikmah, Biduanita Dangdut Ini Pensiun Kini Jadi Petani dan Berhijab

“Surga dan neraka itu sangat dekat dengan manusia (yakni manusia itu sangat mudah untuk masuk ke dalamnya, sesuai dengan amalannya, terutama di akhir hayatnya).

Karena itu, sudah sepantasnya manusia tidak berpanjang angan-angan yakni ingin hidup kekal dan lebih lama di dunia ini.

Tidak sepantasnya pula menganggap kematian dan hari kiamat itu masih jauh datangnya, sehingga dia terus melakukan dosa dan melalaikan perkara akhirat dan ajalnya.

Inti faedah hadis ini adalah agar manusia itu harus selalu bersiap-siap menghadapi kematian.

Baca Juga: Preman Penuh Tato Ini Insyaf, Keuntungan Jualan Ikan Bisa Berangkat Haji

Sebab, dia tahu bahwa surga dan neraka itu dekat dengan manusia. Tidak ada jarak antara dirinya dengan surga atau neraka itu kecuali dengan dicabutnya ruh yakni kematian, kemudian akan berujung pada salah satu dari keduanya yakni surga atau neraka.

Dan mengingat-ingat surga itu akan membangkitkan semangat seseorang untuk beramal saleh.

Adapun mengingat-ingat neraka, akan mendorongnya untuk bertobat dan berisitigfar dari dosa-dosa.

Dia selalu waspada, jangan sampai kematian mendatanginya secara tiba-tiba, sedangkan dia dalam keadaan yang jelek sedang berbuat maksiat atau dosa, sehingga mati dalam keadaan su'ul khotimah. (Syarh Ushul Al-Iman, hal. 111) Nas-alulloha Husnal Khotimah, wa na'uudzu bihi min Su'il Khotimah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya